31.12.12

[journal] 2012, as i remember so far.



graduation! got my master degree with GPA around 3.5 as planned. 
made two publication, local and international. 
got back to work while still looking for what I really want to do. 
got some of my works copied ;( -- well, i'll work on it. just you see...
worked as part of a team for one kinda dream project : 
urban green spaces masterplan! 
work at jelly mode.
refill the blanks of my account. 
the year of BigBang! i heart you boys, i really do ;) 
good movies, too much of 'em. 
met him (again). 
my best friend graduation :)
good things sometimes come without plan.


hereby, i bid you farewell 2012!

26.12.12

. h | a | t | i .

"terlalu berhati-hati memakai hati (sendiri), 
sampai tidak sadar tahu-tahu di akhir 
si hati tetap utuh tak terpakai"



- ini adalah semacam sarkasme perumpamaan,
untuk mereka yang sampai hati mengatasnamakan hati bilang begini 
: 'kamu tidak punya pakai hati' -

21.12.12

hey, (old) you!

"i miss the old you" is something i'd say after through a certain amount of times we did not shared in a same space, even though we're on the very same place. 

the old you, is indeed, a distance away.

16.12.12

[journal] taking notes.

2012 is approaching its end. Too many writing promises I eventually can't manage to keep to myself, but hopefully not on the 'taking notes'. I feel I need to take time to (at the very least) appreciate things that took parts on my 2012.

At first I wanna take it as making reviews, but then I realized I'm in no capabilities to do so. I might be way too subjective to make a review, since 'taking notes' will only be applied upon things those mattered personally to me, and those might not be common things for others. So, yes, let me warn first there won't be any 'sketsasuara' or 'catatanpendek' until...errr...some day in 2013. While on the other hand, you might catch some glimpse of things behind all those 'sketsasuara' or 'catatanpendek'. Not all the things though.

Well, let's get started.
Tonight ;)

14.12.12

wijayakusuma 12 12 12

karena cinta yang sejati, tidak mengenal waktu
siang atau malam, juga tengah malam

cinta yang sejati, menantang segala sesuatu
badai di siang bolong, atau rintik gerimis di menjelang dini hari

demi sebuah raja malam yang sedang mekar,
demi bersama-sama bermesra dengan serpihan semesta yang memancar darinya

cinta yang sejati, bilang itu adalah energi
lalu menangkapnya penuh-penuh dalam kedua telapaknya yang halus

bukan untuknya sendiri, tapi untuk belahan jiwanya
yang duapuluhsembilan tahun lalu menyapanya pertama dengan sungsang

cinta yang sejati, mengusapkannya pelan
pada muka, pada dada
pada seluruhnya,
yang diberinya nama anak perempuan


cinta sejati itu,
namanya ibu.

;_;_;_;

rindu habis berbagi dengan jarak,
hingga ke remah-remah yang tercacah para waktu.

rindu melambat menuju angka nol,
sebuah penghabisan yang tak pernah tersampai.

rindu mengingat-ingat barang tertinggal,
yang bukan miliknya, yang harus dikembalikan pada yang juga bukan pemiliknya :


sebuah hati yang bergetar
oleh masa depan yang belum menurunkan layar


12.12.12

[i]nspiration

what i love about inspirations is their way to find me. 
i hope i'll love the same part of you. and so do you, of me.

11.12.12

c]

c demikian itu,
karena padanya dapat bergantung,
karena padanya dapat bersandar,
karena ia sempurna tanpa harus tergenapi.

demikian itu, c...
yang jika sendiri ia rapuh,
rentan patah, atau lebur,
ia ganjil dalam sempurnanya.

c#]

kutulis, kau diam
pada berlembar-lembar "begini, sayang..."

kutamat, kau beranjak
meninggalkan sepenggal "selesai"

kutiba, kau terduduk
melayangkan pandang "kamu?"

kududuk, kau berdiri
sambil sayup-sayup "tanyakan saja pada Api"

4.12.12

b#]

cerita tentang keragu-raguan selalu membuat jatuh hati.
tidak ada orang yang suka benar-benar pada kesendirian
karena ia selubung dari sebuah pencarian.

tak ada keputusan tertegas
tanpa setitik ragu yang melesat merambat.
karena keraguan itulah yang tercetak besar hitam dan tebal.

cerita tentang keragu-raguan, sekali waktu, membuat patah hati.
tidak ada orang yang mau merasakan kesendirian sebagai sebuah kebersamaan,
dengan Nya, dengan dirinya sendiri yang mungkin sudah tak terjamah keberjejakannya.

tak ada ragu yang tak bergores
tanpa waktu mau sedikit menahan diri.

lalu keragu-raguan,
adalah seperti debu-debu yang terbang acak melawan waktu.

3.12.12

b]

seperti kata langit pada bintang,

mengapa diam saja saat cahaya menghitung tahun?
tidakkah kalian adalah yang dibawanya padaku?

2.12.12

a]

dari malam 
kepada senja yang terlambat mengejarnya :

kutunggu rindumu di ambang fajar.

29.11.12

[notes] people forget...

...is a little fact that explains everything.

27.11.12

.

konstelasi,
pada akhir putaran, tak juga tertangkap hati
padahal rasanya sudah penuh ia berlari, tapi tak cukup penuh untuk sebuah kejaran.

konstelasi meledak dalam diam,
pada hitungan ke sepuluh yang dinyanyikan oleh para katup jantung
padahal pikirnya sudah halus-halus ia jaga dalam genggaman.

adalah serpihan serupa semesta yang membelai telapak,
membangunkan hati dari tidur panjang, menarik selimut semu yang bau gemintang
memeluk jiwa yang baru pulang, sambil menjejak kaki pada sisa hujan di atas tanah.

konstelasi,
berputar, tumbuhkan cinta, lalu nanti enyahkan dia bersih-bersih
semua pada waktunya, tertanda oleh sembilan kedua di awal dan ketiga di akhir.


ada terima kasih, 
bukan untuk segalanya
cukup untuk sebuah ada yang pernah ada untuk hati. 

26.11.12

[notes] just like seasons...

dreams do change
and so do hearts...

...that's why there's something called commitment.

if you're afraid of it, might as well you're afraid of change,
at the second layer you might be even too scared to dream and to love.

.


(somewhere under the rain, somewhere under the change of heart and dream)

24.11.12

bara | biru

jika api jatuh hati yang berbara biru,
maka sejatinya hanya ada api untuk api.


bukan air, 
bukan tanah, 
bukan udara.

karena api tak mau padam,
karena api tak suka berteman,
karena api tak ingin membakar.



jika api jatuh hati yang berbara merah,
adalah seumpama ia jatuh hati sendirian. hangus oleh ia sendiri.

waktu hujan.

aku suka waktu hujan

mereka adalah tirai bagi rinai air mata
mereka adalah pembenar bagi lumpur pada sela-sela jari kaki
mereka adalah pendengar yang ribut berebut memasang kupingnya pada sekujur badan
mereka adalah penepuk pundak yang selalu tahu kapan harus deras kapan harus gerimis
mereka adalah penanda bagi seribu tanda yang turun pada detik-detik terpilih di bawah awan kelabu


aku suka waktu hujan

mereka adalah pembungkus patahan-patahan hati yang tersamar pinus
mereka adalah pengetuk laci-laci ingatan yang berkarat
mereka adalah pembuka pintu setiap mula yang baru, yang seberat dinding batu
mereka adalah lagu selamat datang untuk setiap niat
mereka adalah tinta untuk setiap lembar cerita dari masa depan


aku suka waktu hujan

waktu yang, katanya, adalah waktu aku akan bertemu kau
di suatu november, di suatu kala yang deras, 
di satu kotak pasir yang tetap kering

rupa-rupanya, dijaganya ia, untuk aku dan kau kencang berpijak sebelum saling terjatuh


aku suka waktu hujan.
kuharap kau pun suka pada mereka.



:)

(home)


i used to wanting to find home. and i always thought that it had to be you.
now, i just want to be the home itself. for you. for us.

let's build it together at the end of this road.
meet you there?

and later, let's travel our postponed globe-trips.

23.11.12

"I want the whole world for my baby..."


- Tablo (Epik High), taken from here)

. . .

now... that's one of the sweetest lines (if not the sweetest) a father-to-be could possibly say to the world :')

(catatan) terbiasa menumpahkan semuanya dalam catatan-catatan pendek...

...saya lupa caranya bercerita, bercurah hati.

Bingung mulai dari mana, apa dulu baru apa *lagi pula sejak kapan perasaan punya struktur*. Buntut-buntutnya malah jadi salah cerita, jadi salah ditangkap, jadi salah dimengerti. Mungkin itu cara Tuhan mengingatkan saya untuk bercerita hanya kepadaNya? Juga bahwa hanya Sang Pemilik hati yang bisa mengerti tentang rasa-rasa yang berbolak-balik *sungguh saya lupa bahwa hati juga hanya titipan*?

Tapi kesempatan selalu ada. Tanda muncul di mana-mana.


Tarik nafas...

.
.
.


...beginilah cerita saya...

17.11.12

tujuhbelas november.

adalah tanggal yang tercantik. yang selalu ada di atas segala tanggal baik lainnya dalam primbon manapun. bagi saya.
.

pertama,
adalah selamat ulang tahun Aki :)

kedua,
adalah sebuah harga tentang kesadaran bahwa saya adalah anak perempuan.
stri hanyalah tanda di awal.

ketiga,
Tuhan tahu, hati saya yang berbolak-balik juga tahu,
tentang mengapa (lagi-lagi) tujuhbelas november tidak menjadi ketetapanNya,

keempat,
sebelum ada satu tujuhbelas november yang berbahagia,
harus ada satu tujuhbelas november yang berlapang dada menerima dan berserah.

.
mudah-mudahan hari ini adalah tujuhbelas november yang terlepas untuk melepas.

mahoni (2).

ketika hati terjepit,
dan beriak pada sebuah musim bumi berbunga.

di mana waktu bercerita tentang masa lalu :
saat dunianya adalah air, tanah, dan udara yang berbatas pada selembar daun di bawah matahari.

15.11.12

[notes] it's just a typo, dear...

...might be done unconsciously, however, please don't missread (again).

[notes] a little about neutral.

people's sayings are almost all neutral. how we perceive them are mostly not.
that's how a heart got blemished, most of times.

11.11.12

mahoni (1).


karena kamu terlalu besar,
tak cukup untuk kuminta masuk ke dalam hatiku.

bahkan sekedar mengetuknya,
kiranya tak pernah ada untukmu.

10.11.12

pagi.

menghabiskan air mata di ujung awal,
dan berpendar merah bulat sempurna di ujung akhir :

sebuah titik pertemuan antara kebahagiaan yang terbangun, dan kesedihan yang membeku.

7.11.12

(catatan) pemilik.

saat-saat saya merasa tidak ada siapa-siapa di samping saya, terlepas dari banyaknya mereka yang datang, tinggal sebentar, dan pergi dengan caranya masing-masing, adalah cara Tuhan menepuk pundak saya lalu berkata bahwa sejatinya saya adalah milikNya, yang hanya kepadaNya saya akan kembali, suatu nanti.

maka, kataNya lagi, ingatlah Aku baik-baik, dan sebaik-baiknya mengingatKu akan Kukirim kau tanda lewat air mata yang kautumpahkan. bacalah saja tanda itu, karena dia hanyalah semata tanda, bukan milikmu. lalu lepaskanlah dia baik-baik lewat doa setelah kau rekam dia baik-baik pula pada benak.

tanda ini, sepertimu, adalah milikKu. tidak pernah dia untukmu : maka jangan kau anggap dia memelukmu erat-erat. dia hanya sedang terbaca, oleh hatimu yang terlalu merindu juga kepalamu yang terlalu meragu. selesai tugasnya, akan Aku tarik kembali dia lewat aliran sungai.

karena dia, sepertimu, adalah milikKu saja. maka ingatlah Aku baik-baik,
sekalipun harus lewat air mata yang ingin kaumiliki sendiri.


[Bandung, suatu sore bersamaNya dan tanda terkirim, juga air mata]

6.11.12

tebak(an).

dalam ketertebakan, aku sibuk menghapus jejak yang sudah hilang
kuraba-raba ia pada tanah-tanah yang salah
kusamar-samar ia dengan pasir-pasir yang terbawa sepatu

dalam ketertebakan, aku sibuk merutuki diri
akan ingatan yang kabur tentang remah-remah tercecer sepanjang jalan tikus
dan lalu terpunguti oleh sang pengekor

dalam ketertebakan, aku lantas berdamai dengan rasa menahu,
jembatan antara teras yang tergerus dan jendela yang tertutup rapat
antara langkah yang diam dan ketukan yang tak jadi

dalam ketertebakan, aku sedikit berharap
ada teka-teki yang senyatanya saling terlempar antara api dan udara
agar jawaban punya rumah untuk pulang, walau bukan semewah pertanyaan utuh.

sehingga ia tak lagi semata jadi tebakan.

2.11.12

[note] when making decision, have your heart not shattered bad enough...

...maybe the decision was just not worth making.

1.11.12

tanda.

kadang tanda ada untuk dirinya sendiri.
bukan untukku, untukmu, untuk kita.

kadang ia memaksa untuk dibaca.
kadang ia pasrah untuk dipilih untuk dibaca.
kadang ia tak terbaca pun tak mengapa.

kadang tanda ada hanya untuk menjadi dirinya.
begitu sederhana.
kesederhanaan yang tak tertanda.

tanda.
kadang ia hanyalah perasaan.
perasaan yang terlalu lemah hingga tergoyahkan dengan keharusan membacanya sebagai tanda.

tanda.
tak kan berhenti aku berasumsi.
karena ia adalah penggoda yang tergoda oleh sepojok fana yang tersembunyi dalam hati.

28.10.12

bukan (semacam) sumpah.

bahwa jika berkehendak,
maka itu adalah pesan dari semesta untuk mencari jalan.

bahwa jika dihampiri mimpi,
maka itu adalah tandanya untuk bangun.

bahwa jika ingin mengerti,
maka itu adalah awal untuk berbicara seadanya.

[note] that real 'okay, this should be it' moment is...

...when the world (through the people around me) suddenly conspired in telling me to get married. Because it's "I want to get married." not "I want to get married, but...", whatever it is put after 'but'.

22.10.12

[note] just when i was thinking too much of an eagle...

...here comes the eagle boys.

i love how he called them :
(translated) "The 5 Eagle Brothers"

four more years, boys...
...and i'd love to see the five of you be the real eagles :)

[note] whether people around you are true or fake, ...

... it's none of your responsibility. just bear with the sensitivity overload to detect it, but never let it blind your heart.

21.10.12

[note] disappointment (sometimes) has a name,

...like "where were you?"

[music] EPIK HIGH - UP


surprisingly good, Epik High. you got my heart for this :)

.
Though I’m at the tip of your toes today, I’ll be over your head tomorrow.
Even if someone blocks my way, I’m goin’ up.

Up, up, baby get up, up, we’re goin’ up.
Up, up, baby get up, up, we’re goin’ up.
Up, up, baby get up, up, we’re goin’ up.
Up, up, baby get up.

(lyrics credit to here)

[journal] e.

...no matter how much i love being solitaire, just like any normal human being, i wish to have somebody to pat my back at times i was on my weakest. but most of times, whenever i turn my head around, i saw just nobody. and while i tried to tell my unimportant stories, i immediately got an "if it's me..." (or how should i translate this correctly : "kalo aku..." or "saya mah..."?). and  just when i didn't even get a chance to whine, suddenly there's an "oh, c'mon...it's not that big deal!" (again, how should i translate this : "ah, gitu doaaang")...

really, world.


...or maybe it's that i was never too much of patting someone else's back? or maybe it's that i was never a fullhearted listener? or maybe it's that i never see things fairly?...

really, me.
. . . 

heart : "i don't know anymore..."
head : "you dare come to me acting as a victim, i'll sure be a real villain to you"
conscience : "there..there... it's just an up and down. don't be such a crybaby. don't be such a rockhead. emotion's best friend is energy. patting your own back couldn't be that bad, for now, until you're grown up enough to be patted by somebody else. :)"


(this post is coincidentally inspired by Epik High's sixth official album with title [e], of which is both [e]motion and [e]nergy)

19.10.12

[note] "things you truly want, no matter how, always find their way to get your attention. again. again. and again...

...if they could be so stubborn, then why don't you too be as stubborn to get them?

one at a time.

[note] how can i . . .

how can i be a writer, 
while i don't even master the very basic writing skill?
how can i be a planner, 
while i was twice educated more as a designer?

16.10.12

mengurai.

simpul-simpul mati tak kasatmata
merepih dentum-dentum penanda peralihan detak.

acak. berpanjang tak sama.
berjarak. meniriskan hangat-hangat harap.

simpul-simpul mati tak kasatmata
mengikat erat-erat rasa yang semacam semu.

mengurainya adalah janji-janji nanti,
yang jika sampai pada waktunya ia tertagih,
berlapang dada bukan lagi pilihan.

13.10.12

air.tanah.api.udara. senja.

air bertegur sapa dengan tanah :
ada dahaga sehari-hari yang terbanjur
ada rindu sekali-kali yang tertumpah

api bertegur sapa dengan udara :
ada kecepatan yang membelai semacam resah
ada kelonggaran yang membuat nafas tersenggal

.
suatu senja, sudah lewat.

12.10.12

[journal] (some) room to breath.

If it's not too much of me,
I'd love us to stand within some distance.
Just in case,
for giving each of us some room to breath, some space to grow.

By not saying things those are needless to be said.
By not assuming things those are not really absolute of us.
By not accepting one just as they are right now,
...but more of as their way of becoming things they wished to be.

Yet I realized so well that people minds, surprisingly similar to their hearts,
are not things I could make an expectation of.
But more of things I should make peace with,
those would actually give me the very chances to grow mine.

Of all the probabilities for each of us crossing path in life,
doesn't it means something that ours meet in this very here, in this very now?
And for any means possible, be it something good or bad,
I'd love to thank you for everything :)

11.10.12

spektrum.

360/7 derajat :
adalah merah. atau jingga. atau kuning. atau hijau. atau biru. atau nila. atau ungu.

tujuh warna berderet,
potongan yang sama, 
kilau yang sama.
getaran yang sama.

tapi tidak semua mau melihat ada merah di sana,
atau nila. atau ungu. atau kuning. atau hijau. atau jingga. atau biru.

mereka bias,
oleh merah saja. jingga saja. kuning saja. hijau saja. biru saja. nila saja. ungu saja.

mungkin mereka (hanya) lupa,
bahwa pada satu kecepatan putar
mereka hanya bisa melihat warna putih. tidak ada yang lain.

mungkin mereka (hanya) lupa,
pada satu kecepatan itu mereka hidup.

9.10.12

ketika. lalu. maka.

ketika.
kata-kata tak berelasi dengan kecepatan.

lalu.
setiap pasang telinga punya perannya masing-masing,
dengan seribu cara mendengar.

maka.
tidak ada buah yang sia-sia.
apakah ia lalui hati, atau mengendap di dalamnya.

8.10.12

there's a thin line between reading signs and worries. 
it's called the size of a heart.

6.10.12

[journal] the last quarter.

"It's Saturday night. If you're not having fun perhaps it's time to re evaluate your life..." (@desianwar)

True that! 
And not to take into account how many signs the universe had sent me. Fine, universe. I'll be going. I'm start packing my stuff right now. There's still one quarter left, yes?

No words could really describe how overwhelmed I was this past week. So many things were coming. So many things voluntarily added themselves onto my "to do" kinda list. Yet, those were not things I could just complain of. It's just that overwhelmed. With flood of a mixture of feelings.

Worries are inevitable, yet reactions those followed after will always be something controllable. However changes are tend to be better easier tracked back rather than planned ahead, regardless how forgetful people seem to be. 

.

The last quarter. 
It's just about time to re evaluate life, despite currently having fun pretending that I'm indeed having fun. Funception it seems, and yes you're not allowed to laugh at it. 

Anyyywaaaaayy, this last quarter's theme is keep calm and do running!
Changes are indeed good ;)

Indonesia, pada sepenggal lini masa...

...jika sampai pada satu titik,
tak ada lagi bahkan remah untuk bisa kubanggakan,
kupastikan tak akan ada juga satu alasan untuk tidak mencintaimu...

Seberapa mahal harga sebentuk kepercayaan,
kiranya ia sudah terbayar di muka untuk sebuah tanah tempat tumpah darah.

Andai mencintaimu cukup dengan mengerti,
tapi nyatanya semata percaya untukmu hanya terlunasi oleh darah sepanjang hayat.

.
karenamu aku ingin bisa terbang, 
darimu aku ingin bertolak, 
dan padamu aku ingin kembali menjejak 

2.10.12

[journal] slap!

never forget the innocence of the age 14.
never regret the foolishness of the age 19.
never ignore the decision made of the age 27.

step!
right here right now.
it could be a walk. it could be a run.
just make sure the direction is ahead. nowhere else.

so in the age of 35, i could tell my children :
"kids, life began as you started to have different ways in seeing world. 
be bold, be firm. but not too stubborn.
your mom loves you all her life."

ps. a note to self of tonight :
do not make race with anyone. just move, with aim. and toward a destination.

1.10.12

[music] Colbie Caillat - I Never Told You


dear universe,

would you mind to remind me, 
if one day i'll ever to fall in love again, to tell him whom i'll be in love with, things i should say?

“Bebek berjalan beramai ramai, tetapi burung elang terbang sendirian”


— Soekarno

jika begini, saya tidak mau jadi bebek, jadi angsa, ataupun kupu-kupu. 
saya mau jadi elang.

whatsapp.

to send you a hello. sometimes with a good morning.
to give you (temporary) goodbyes. sometimes with a good night and have a nice dream.
to draw you virtual hugs. sometimes, if i dare myself to cross the line, with some digital kisses.
to pray you through blank pings. for a lighter heart, for a better day. sometimes with a :)


(me, with an old mobile phone and a broken wire previously connected, hopefully, to you, 2012)

30.9.12

[journal] planning a trip (2)

Now, it's time for the wishlist!

Soon as I realized that my oh-please-don't-say-the-number birthday will be coming in another six months, I decided to plan a trip as a birthday gift to myself. Let's say on my birthday I'd still stay single, then it'll definitely be a solo trip. Otherwise, let's just hope it'll be my honeymoon ;) ;) ;)

Well, I'm not yet coming with a fixed plan, just some ideas of where the destination should be. Or should I say, where I want it to be. Here's some list, and mind you, this is a WISHLIST. If you ever know me in real life, please don't check it with logic.

So here we go :)

.

1. Ubud, Bali, Indonesia.

2. Pantura (North Coast), Java, Indonesia.

3. Bromo Tengger Semeru National Park, East Java, Indonesia.

4. Site of Majapahit Ruins, East Java, Indonesia.

5. Footprints of Old Kingdoms of Sunda and Java, Indonesia. Purely to fulfill the need on finding my roots.

6. South East Asia : Malaysia (torn between Malaca and Johor Bahru) - Vietnam (still too can't decide for Hanoi or Ho Chi Minh City) - Cambodia (for its Angkor Wat for sure)

7. Singpore! Enough said.

8. Mecca - Madina. As a Moslem, I think it's natural that I put Umrah and Hajj to my prioritis :)

9. China : Hong Kong - Shanghai - Beijing.

10. Japan : Tokyo - Kyoto - Osaka.

11. South Korea : Seoul - Sejong - Incheon (featuring Songdo).

12. Spain : Andalusia - Barcelona.

13. The Netherlands : Amsterdam - Rotterdam - Delft.

14. The Europe : Frankfurt - Prague - Paris - Bruges - Freiburg - Vitoria Gasteiz (curiosity to the max) - Tuscany

15. The United Kingdom : London - Edinburgh - Nottingham.

16. The Forbidden : Alexandria - Petra - Jerusalem - Istanbul - Santorini.

17. The Old Dream That Won't Fade Away : San Francisco - Denver - Boston - New York. And oh plus Toronto, Canada.

Ummm...that's quite a list.

Now that I recheck them, it's not all of the list I want to visit ALONE nor for mere vacation. Furthermore, with some logic *doh*, not to mention only with a six month preparation, some just kick itself out the list. And yes, to think again, some of them I want to visit with my future partner of life. Some of them I want to visit with my future little family. Some of them I want to visit with my parents as a gift trip. Some of them I want to visit during my future PhD study. Well, some of them are still good as destination for the awaited solo-birthday-trip, though :)

Let's rock plan it! Please be good, Universe...for the fated itinerary and unexpected encounters, the places, the time, the footprints, and the pocket ;)

[journal] planning a trip (1)

The idea of being a solo traveler both thrilled and challenged me. However, in doing certain things that normally people would do in groups, such as watching a movie in cinema, eating out in restaurant, sipping coffee in cafe, and travelling, I prefer doing those on my own rather on groups. Well, sure with safety and convenience considered as top priorities, altogether with the budget, no need to tell ;)

Until today, I've only made a total five times of solo travelling. Not all fully solo, though, and not so much of numbers, of course, but sure more than enough to be grateful of. Here they are :

The first one was back in February 2007 with destination Singapore. The trip was initially meant for having interviews with two architecture companies of which I applied before. Both were failed, just for you to know *doh -___-" But I didn't regret the trip. It ended up with me strolling around the city for the rest of the days, contemplating much on "do I really really really want it or do I, actually, only think I wanted it?" Until the plane landed me back home, I just couldn't answer that.

The second one was in January 2008 with destination Malang, East Java. This one was originally done to attend my friend's wedding. At first I thought I would meet other friends either on my way or meet them there in Malang, but eventually all of them did not come. Well, the good things were my friend's family came to pick me at the train station and brought me to my friend's house, and I didn't need to think about the accommodation. The hotel was already booked and it was close to my friend's house. She also gave me some notes for some routes of public transportation, so I could do some wandering around for the free time, which was not too much. Practically I did not get a chance to explore the city by myself, but attending the wedding was enough. It was always good to spare your time attending friends' weddings, something I must admit lacking of in doing nowadays. Well, the only part I did not like about the trip was the fifteen hours sitting in the train, back and forth, that's it.

The third one was in August 2008 with destination Semarang, Central Java. This was another not-so-solo-trip since I did it as part of visiting my grandma and aunt. However, most of the strolling around the city for photo hunting were done in solo mode. Except for one or two walks which my aunt came accompanying me. The trip was definitely a good good break for me who lately was fed up being a part of some international conference committee. And then I realized vacation is indeed a need.

The fourth one was in March 2009. That was DEFINITELY my first REAL SOLO TRAVELING ever, with destination my favorite city : Yogyakarta. There's so much to tell about this trip, yet I might be three years too late for it. But I made a promise with myself to tell stories I haven't told. Well, I always found writing poems regarding the feeling I had toward almost all of things happened in my life as good and enough. But I did sometimes feel that telling the story as it was is just as good. So here, I am now making the list of stories I always wanted to tell yet I haven't done so. And the list does not contain only stories about my solo travelling. It also lists my other kind of travelling, the books I read, the music I listened to, the movie I watched, the shows I attended,... let's just say that was some kind of way for me to appreciate things those have made me feel so alive these past years, despite all the disappointments and broken hearts. Once in a while, it's actually good to be a stranger to yourself and eventually realized that despite all, life is good :)

The fifth trip was done recently, literally going to Solo for the sake of watching Matah Ati performance. Well, that one was not a real solo travelling though, since I've spent some of the trip with a friend and also some other new friends. It was fun, though ;) And I realized that some cities will remain as my favorite cities, after all.

Well, let's the stories queuing. This time hopefully not for too long ;)

27.9.12

you want it?
think again!

oh, you actually do think of it?
guess you don't really want it, then.


(me, at the bathroom after a summer end, 2012)

[music] Nell - The Day Before.


i love this song so much.

the sadness it carries, the semi-de-saturated video, the hurtful beats,
and the music that told a story about "what if".

what if the day before i chose to stay by your side.

.
damn it!
you just know there are always another different version of any story ever told in this world,
or you don't?

you know that's not only those differences with so much like coming from the opposite poles
deserved a happy ending love story.

if so, what about us?
we're no where coming from any of those poles
(well, they do have something in similar : both were coming from poles!)

now, now, what about us?
what about both of us those came only from nowhere,
and met also in the middle of any random story?

can't we also have another version of our story?
.

and so there'll be a day where i could tell my son and daughter :
kids, you should know that your stories started at the day i chose to stay by your father side

instead of telling this :
kids, everything started at the day i chose to keep my first love save and sound in the past.
so now let me say this, "when you once had your heart say 'don't go!', then trust me, 
trust your heart. it takes everything to say those words.
don't you ever go."

i wish so.

what if the day before i chose to stay by your side.
the story might still stay the same. as much as it might go on different way.

i miss the almost us.
as much as i miss the never gonna be us.

merah #3

bunuh diri tak berarti darah,
tak berarti merah.

kecuali baginya : hati.
sampai mati jadi saksi
bagaimana denyut jadi memerah
dengan nyawa yang meregang paksa.

bunuh diri tak berarti merah,
tak berarti air mata.

kecuali baginya : dasar ingatan.
sampai mati terus mengaduk
rekaman masa yang datang dan pergi
yang selalu cair oleh teriknya kesendirian.

.

22.9.12

merah #2

mungkin bulan ada untuk jadi tempat sembunyi
dari kejaran masa berangka

mungkin bulan ada untuk kita jadi saling berharap
sambil berlempar canda :
itu kuning!
bukan. itu merah!

padahal kita sama-sama saling tahu,
keduanya bukan masa depan.

20.9.12

dear fanboys and fangirls,

most of times,

just like how the comments outcast the real news,
you displaced the smart phones. the movie. the drama series. the music. the idols. the mayor. the ministers. the presidents. and even the religions. the, in fact, real things. with some unnecessary acts.

most of times,

that went without understanding much of what you actually defend.
defending is fine. yet once it's slipped into offending, which sadly happened all the time, that'll be a way different stories. an over dosage, to that a reaction, is never a good thing.


so, dear fanboys (and girls) in the world...
keep calm and think straight.
defend what you need to defend, in other words : as long as love is enough, be it :)

when we all think alike, no one thinks very much.

- Albert Einstein.

so... great minds think alike is somewhat a big lie, no?

19.9.12

merah #1

kamu bilang,

bakar!
jarang-jarang matahari semerah hari ini,

coba minta sejumput pada langit,
sebelum habis ia jadi hitam untuk satu putaran.

gunung #5

mungkin ego saya memang terlalu tinggi untuk tidak berkata "tidak ada penyesalan"
bagaimanapun, penyesalan memang tidak ada gunanya, itu adalah sebenar-benarnya
dan saya, terlepas dari tingginya si ego, sungguh tidak suka membuang-buang jatah 
hati dan pikiran untuk sesuatu yang tidak ada gunanya

tapi, jika boleh ada satu saja pengecualian,
jika boleh saya matikan suri si ego sebentar saja,
saya ingin sekali bilang begini
bahwa saya setengah mati menyesal
akan ada banyaknya dari masa usia belasan dan awal dua puluhan 
yang tidak saya habiskan dengan naik gunung.

tersenyum melihat matahari datang pelan-pelan
mendengarkan indonesia raya sayup-sayup
melihat merah putih kecil yang terbawa berkibar-kibar
dan pastinya menulis puisi tentang kesendirian yang sejati.


itu saja.
dan percayalah, penyesalan ini ada hanya untuk penyesalan itu sendiri.
bukan untuk membuat saya merasa buruk, apalagi depresi.
bukan untuk membuat saya merasa rendah, apalagi tidak berguna.
ia hanya mau bilang,
kata siapa tidak ada mimpi yang kesiangan?

14.9.12

karena rindu tidak pernah punya alasan untuk menghampirimu.
ia tidak lahir, tidak juga mati. seperti cinta. seperti energi. seperti massa.
ia hanya perputar, antara pengembaraannya dan tempat pulang.

karena rindu tidak pernah tau apa rasanya hati yang dihampirinya,
kadang dengan diam-diam, kadang dengan keributan luar biasa.
ia hanya merasa terpanggil oleh hatimu, maka tanyakan saja padanya.

kenapa aku rindu padanya.

12.9.12

gunung #4

usiaku termakan kencangnya detak nadi,
sementara bersisa panjang perjalanan yang masih kelaparan
juga pencarian yang tetap pada dahaganya.

dan rumah yang belum selesai,
dengan kotak surat warna merah dan pagar kayu bercat putih aster, setia di sebuah ujung.

gunung #3

aku kesiangan. untuk sebuah saja senja di code.
malam datang terlalu cepat, memakan lampu kota pembingkai si kali besar.

aku kesiangan. untuk sebuah harap-harap ragu yang pernah terlintas,
waktu itu ada kamu di sebelah.
pagi tak bisa menahan kelabu turun dari gunung,
bergumul dengan biru sang bayangan langit tengah pulau.

aku kesiangan. untuk sebuah senja yang merah.
kereta tak mau menunggu penantian tanpa jejak yang dikenal.

6.9.12

gunung #2

waktu itu...

.
tangan kiri ayah menghalangi sinar matahari pukul tujuh pagi,
ia itu lewat sedikit dari sinar-sinarnya kala terbit yang memilin detik-detik dengan halusnya.
tidakkah kamu pun terpukau?

tangan kanan ayah memegang erat-erat pundakmu,
kamu ingat? ia bilang tegas-tegas :
naik sampai puncak, supaya kamu adil, tajam pikiranmu dan halus perasaanmu.

aku di sebelah kananmu,
berjongkok, sibuk merangkul badan kecilmu
sambil lalu berbisik :

lihat langit biru di atas? ia adalah batas yang menembus batasnya sendiri.
di sini tempat yang sempurna untukmu membuat janji dengan diri.
di sini adalah sedekat-dekatnya jarak antara kamu dan hatimu.
.

...waktu aku masih percaya pada negeri bernama dongeng

gunung #1

dia bercerita sebagai perpisahannya ;
tentang langit malam utara yang mampir ke selatan untuk pertama kali.

katanya :
negeri dongeng itu tidak benar-benar ada,
ia adalah muka bumi yang tak pernah terlintas dalam benakmu untuk tersenyum padanya.
sekali ini saja, kamu harus percaya.

4.9.12

api #5

aku terbakar.
asap yang mengepul adalah ampas cemburu, dan seburuk-buruknya dengki.

aku terbakar.
tanpa pertanda apa saja yang tersebut sebagai alasan.

aku terbakar.
mungkin sebanyak hirupan nafas.

aku terbakar.
lalu sebelum hangus, ada ingatan berkelebat.

:

aku dan kamu, dulu, pernah bersepakat mengelabui tuhan.
sebelum kita diluncurkan ke dalam perut-perut bunda,
kita tukar hati-hati kita dengan penuh hati-hati
lalu kita berjanji,
tak kan mati oleh diri sendiri,
sebelum nanti saling bertemu dan kembali bertukar hati yang sebenar-benarnya
milik masing-masing kita. dan lalu hidup tua bersama.

.

kupegang janjiku, dengan segenap percaya kau pun begitu.

bulan biru.

bulan menyapu langit bersih-bersih
hingga tiba waktunya matahari berbalik
meninggalkan jejak bernama gelap

bulan lalu berpendar biru
seperti langit, namun lebih kecil,
sendirian, dan tampak kesepian

bulan biru,
terasing di antara gemintang
ya, seperti kamu

1.9.12

september.

september mendaratkan hati pada landasan pacu
yang tersusun sambung-menyambung oleh mimpi-mimpi tengah malam
yang kadang membuat mata ingin tutup rapat-rapat selama-lamanya
yang kadang membuat pikiran gerah oleh hiruk pikuk yang terpaksa

september merapatkan hati pada baris-baris janji
yang tersusun oleh sepotong-sepotongan ingatan
yang kadang saru antara ilusi dan kenyataan
yang selalu menemukan jalan untuk menampar diri di saat genting

september mengaitkan hati pada anak-anak panah
yang terbidik seakan pada sembarang, namun sebenarnya pada satu titik nol di sana
yang siap melesat hingga sejauh tak percayanya mata
yang meyakini busur sama siap menemaninya berkelana

september, begitulah ia datang.

{[( o )]}

pelukan udara itu sejati,
tidak menyesak, tidak melega;
menyatu seperti semesta dan isinya
sebelum manusia di antaranya.

ketulusan itu hanya Tuhan untuk menilai,
"bagaimana menurutmu?" tak masuk dalam reka;
semua demikian adanya
sebelum anggapan mencacahnya.

[journal] three of three.

k e e p  c a l m
d o n ' t  h a t e
move out off the circle

api #4

ketika lagu yang sama,
bagimu "terbit kau hari", dan bagiku "senja akhirnya tiba"
lalu kita saling lihat dengan mengerutkan dahi
ingat-ingatlah dia yang bernyanyi
masih bertugas membawa sang lagu satu lingkar lagi.

api #3

ketika punggungmu ada untuk kupeluk,
lalu dadamu untuk kutangisi,

adakah mata dan hatimu tetap untuknya yang ikut menepuk pundakku dari belakang?

30.8.12

api #2

jika ksatria adalah seorang asing dari masa depan,
maka jarak sepandangan mata ini tentunya terlalu dekat terhadapnya yang semata sang penyemu.

29.8.12

api #1

jarang-jarang kau bercerita padaku,
seperti dulu :
tengah malam, secangkir kopi, dan dua jendela

pembicaraan tersendat tak mengapa,
tak membuat aku maupun kau berlomba dengan "selamat malam"

senyum yang dipaksakan biar hati di sini saja yang tahu,
sepanjang hati di sana merasa tenang karena ada temannya.


jarang-jarang kau bercerita padaku,
tapi malam ini memang berbeda :
tengah malam, segelas air putih, satu jendela

lalu bisik-bisik dalam diam dengan senyum dikulum antara hati dan hati,
dan selamat malam yang sudah tersimpan rapi-rapi di dalam laci.
"membesar-besarkan hati, lalu membersihkannya dari segala rongsokan hidup, agar niat yang sudah bulat-bulat dapat menggelinding leluasa, mengisi hati penuh-penuh tanpa tertahan ego maupun dengki"

26.8.12

[untitled]

human is the most complicated paradoxical living being. this' not about their body's cells, nor even their mind. but their heart. that's why, i see, they fall in love. and walk out of love. they feel the urge of being acknowledged in groups, yet they also unconsciously crave for some solitary moments. some of them demand changes in life, some of them afraid of it. nonetheless, heart is always a subject to change. some think before they speak, some speak and then caught in regrets. but words, both ways, are keep recycling all over the universe and will always eventually find new homes on newly born minds. of all, they denied the existence of dual opposite poles within themselves, the black and the white, the devil and the angel, the bad and the good. so they seek sanctuary - a chamber where they could be convinced that it's just humane - called conscience.

- widyastri, her inner thoughts - 

pesta topeng.

di sana, mereka membicarakan perjalanan besok lusa
berdebat menentukan tujuan, apakah Venus atau Mars, atau Saturnus

di sini, kita masih menyibukkan diri dengan berbisik-bisik mengenai pesta topeng
kasak-kusuk kepadanya begitu, dan kepadanya yang lain begini
bahagia mereka tuliskan rapi-rapi setelah angka "1"
tanpa benar mengerti apa-apa di baliknya,
mereka berhenti pada :
tawa tak berkesudahan,
kantong yang selalu berisi,
dan lingkaran yang tertutup sempurna.
kamu bilang pesta topeng itu dosa,
karena memaksakan kebohongan.

aku bilang apa yang salah...
...ia memaksa kita menemukan kebenaran,
justru dengan cara tercepat : merasakan sakitnya menahan sesuatu yang sedari awal bukan milik kita.

.
di sana, mereka membicarakan perjalanan besok lusa
berdebat menentukan tujuan, apakah Venus atau Mars, atau Saturnus
(dalam hati masing-masing : "di mana yang terbaik untuk sebuah pesta topeng besar-besaran?")

25.8.12

(journal) move on.

"move on itu sepenuhnya urusan hati. hati yang masih suka berbolak-balik, baik dengan ataupun tanpa campur tangan Tuhan. move on itu sepenuhnya urusan hati. hati yang terkelilingi tembok tinggi dan rapat, tak ada yang bisa mengintip, termasuk ego diri sendiri. tapi tidak masalah, karena ego sendiri ini pun (ternyata) masih terlalu tinggi untuk sekedar berpura-pura mau mengintip. jadi, kalau ada yang bertanya, 'apa kamu sudah move on?' tanyakan saja pada hatiku. itu kalau kamu berani. begitulah."

delapan per. duabelas

adalah titik-titik perhentian,
seperti yang membagi panjang duabelas menjadi tiga sama rata.
empat. empat. dan empat.

:
empat pertama tak tertangkap kedipan,
namun tertera dalam-dalam pada benak

empat kedua berawal dari sisa-sisa hujan,
ditutup oleh terik kemarau yang terlupakan

empat terakhir belum juga membuka gerbangnya,
dengan keributan di baliknya yang membuat berdebar

,
penghujung tahun sedang menghias ruang dansa
dengan kertas tisu biru putih,
tempat ia menyembunyikan jawaban
- indah atau buruk rupa- yang pada waktunya akan berbaur dengan para tamu
sebagai hadiah titik perhentian akhir, bagimu hati.

.
maka musim, jangan dulu ambil (setiap) rindu dalam diri,
temanku satu-satunya untuk lewati (sisa) empat penggal terakhir.

apa-apa yang di balik gerbang, biar mereka jadi milikku nanti saja dalam masa depan.

21.8.12

(journal) niat.

"bismillaahirrahmaanirrahiim..."

karena segala sesuatu berawal dari niat,
dan sebaik-baiknya niat adalah demi Tuhan dan demi kebaikan.

dan saya mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H. Minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga segala amal ibadah kita di bulan Ramadhan mendapat ridha-Nya dan diterima oleh-Nya. Semoga kita semua dipanjangkan usianya hingga berkesempatan untuk bertemu kembali dengan Ramadhan di tahun berikutnya.

dan jangan lupa juga untuk menghaturkan maaf setulus-tulusnya kepada diri sendiri,
atas setiap dzalim, baik yang disengaja maupun tidak,
untuk hal-hal buruk yang dilihat,
untuk hal-hal buruk yang didengar,
untuk hal-hal buruk yang dipikirkan,
untuk hal-hal buruk yang dirasakan,
untuk hal-hal buruk yang diucapkan,
untuk hal-hal buruk yang dilakukan,
untuk hal-hal buruk yang menjadi tujuan.

jika Tuhan Maha Memaafkan, bukankah sewajarnya pula diri ini yang seorang manusia biasa sanggup berlapang dada menerima khilaf terhadap diri sendiri dan berupaya tidak mengulanginya?

sekali lagi, segala sesuatunya berawal dari niat. dan saya serahkan sepenuhnya kepada Tuhan untuk menilai ketulusan dan kebaikan dalam niat setiap makhluk-Nya.

16.8.12

"( )"

berceritalah padaku,
lewat laut, darat maupun udara

tentang dirimu, dan lika-likunya, di matamu...
...bukan tentangmu di mata mereka, yang lalu mereka ceritakan padamu, dan lantas kamu ceritakan kembali padaku.


berceritalah padaku,
dengan seakan-akan hanya aku sendiri yang mendengarmu,
dan sisa dunia tuli akan tuturmu.

berceritalah padaku,
nanti usai kita saling berkirim doa diam-diam.
have you ever been to heaven?
it seems like you're too afraid for might not being able to enter it, yet you don't really seem to know where exactly the entrance is either.

ah, let me rephrase it.
have your soul once ever been to heaven?

.

a short notes, left in one forgotten corner of my consciousness.

13.8.12

gelanggang.

kupatahkan (lagi) janjiku (padamu).

mungkin kamu sedang gelisah di bawah kembang api,
di depan gelanggang yang sedang berpesta.

sambil sekali-sekali melihat jam tangan,
dan melihat ke arah tenggara.

aku tak kan datang sayang,
sudah kubilang begitu.

lewat telepati,
yang kukirim pada mimpimu,
sebagaimana ajakan bertemu yang juga kau kirim padaku dulu.

mimpi bukan kotak pos.

.

lain waktu,
mungkin saat hujan,

adalah waktuku untuk menunggumu yang tak kunjung datang.

tepat di depan gelanggang yang sama,
namun nanti tanpa kembang api.

11.8.12

--

hati tumbuh dengan patah,
rasa menjadi dengan terbolak-balik,
cinta selamanya berada di depan tanya.

(suatu cinta, yang menyelinap keluar dari satu belahan hati)

9.8.12

[music] umbrella - epik high (feat. younha)


can't help but fall in love with this song and video :')

it reminds me a lot of one thing among my bucket list, 
of how much i want to live in a city where i could still taking a stroll
on some random pedestrian ways, 
during the rain, 
in white high heels and red raincoat, 
with blueish transparent umbrella.

one day, lady, one day
:)

"

sekali aku menulis gara-gara hati,
ia selalu ribut, merajuk di pojokan.
ia bilang jika ia tidak tumpah, akan ada rasa yang mati.

sekali aku menulis untuk hati,
ia lalu meminta aku menyanyikannya.
katanya supaya ia dapat meraba cerita lewat suara, meyakininya benar hidup.

sekali aku menulis bersama hati,
sering ia merebut pena dari tanganku.
sambil bergumam, "agar tidak terlalu banyak tinta yang kamu buang."


(suatu kali, suatu hati)

dear you, ...

"tell me you love me today,
then i'll make you my muse.
you may expect to see yourself on each of my lines, written and said."

well, that's what i've been wishing to tell you.

instead,
i already made you my muse to get over you,
to deal with one heartbreaking unrequited love.

oh, say...
to reflect on that,
i actually no longer feel that it's heartbreaking.

to fall in love alone is indeed some inevitable pain,
yet eventually the lucky ones had experienced it at least once.
hearts those broke are indeed hearts those love with trust.

to end another love letter,
have i told you, dear...
what's part of loving you that i love the most? (isn't this phrase some kind of weird?)

it's seeing your back, while guessing what kind of face were you making...
...and then when you finally turned your face to me,
it's that little happiness of "yay! see...he is smiling! :)"

yes, you, that simple being of in love with you.


ps. : you know i didn't give you nickname not because i'm not comfortable enough to do so, right? it's as simple as that you are in fact too complicated to be called over a single nickname.
ps.2 : well, actually i did consider calling you with a name, the most suitable among those couldn't perfectly catch you, ... no i won't tell. you tell me. you once called yourself that way ;)
ps.3 : i miss you.


. . .
this is a fictional love letter, not just for no one
this' definitely for you. a mysterious heartwarming breeze to my heart.

yes, you, that complicated you :)

7.8.12

rumah rindu.

rindu dalam hati yang tidak menggebu seperti ini adalah rumah hanya bagimu. lalu biarkan aku bertanya, 

"kapan kamu pulang?"

5.8.12

.pertemuan

sebuah persimpangan menguping pembicaraan aku dan kamu,
waktu itu hujan deras,
jadi mungkin ada satu dua kata yang tak sampai pada telinganya.

"perkenalkan, aku api,
aku menyalakan mimpimu,
menghangatkan lelahmu,
dan akhirnya membakar sisa asamu."

"perkenalkan, aku maaf,
menyala adalah bagian kecil mimpi,
lelah tak perlu hangat, ia hanya perlu teman,
asa takkan habis sekalipun ambisi tak bersisa."

sebuah persimpangan menyimpan sebuah rekaman,
tentang perkenalan saat amnesia,
tentang pertemuan yang kabur bersama larutnya sang hujan.

3.8.12

internet is like a public space. in a public space, you respect others existences and not just take everything and claim it as yours. every result has a process it had been through, at the very least we should appreciate the journey. there are no two minds who think exactly alike, there are no two hearts who feel exactly alike. 

cheers to life, for a tiny bitterness that eventually made me appreciate myself more :)

2.8.12

(bersambung)

langit merah menjadi latar abadi bagi hujan,
setiap ia kembali pada pangkuan senja.

tanah merekam jejak bulir-bulirnya pada setiap helai rumput.

dan waktu mencatat, betapa bumi berputar,
mengembalikan yang pergi pada sebuah kata pulang.

begitu sebuah cerita berulang,
karena tamat berarti menyimpan perjalanan rapi-rapi di dalam hati,
dan mengubur dalam-dalam rasa percaya akan keniscayaan sebuah pertemuan dan perpisahan.

29.7.12

suatu hari kesembilan.

ini adalah bulan menutup malam dalam tiga hitungan,
lalu membuka pagi pelan-pelan dalam dua hitungan, yang berkali-kali.

Tuhan tidak tidur,
tidak terganggu oleh denting lonceng pada penanda waktu setiap ia terbuka dan tertutup.

Ia mencatat setiap hitungan yang keluar dari mulut para pemimpi,
Ia mengingat setiap hitungan yang tunai dari hati para pendoa.

ini adalah bulan dengan ribuan bintang penjaga langit,
siap menemani perjalanan setiap doa yang terpanjat,
hingga selamat mereka sampai di meja sang Tuhan.

Kids, you can ask the universe for signs all you want, ... But ultimately, we only see what we want to see when we're ready to see it.

(How I Met Your Mother, Season 5 Episode 24 - Doppelganger)

28.7.12

[journal] one at a time.


feels like, in all of sudden, in a mood for this song.

i've just found out that i did too much things those now slowly causing damage to myself. i really don't know whether i could fix them all or not, but am trying. maybe must do it harder and harder, and of course one at a time. well, maybe this is another different road towards patience, since i usually want things to be all done in one time, not that in short-cut-kind-of-way but rather that in super-flash-kind-of-way. now i arrived in a point that there's no other way than keep calm and keep fixing things. that's why nowadays every time i meet the term "keep calm", i do keep calm. because i am fully aware that panicking things will only worsen the  damage.

so, i'm sending this message to the universe, by keeping some distance to it (well, if it feels so, anyway), "please, don't mess with me. not with my mind, not with my ego, and at most not with my heart. unless, of course, you'd love to clean the impact."

there's no meaning of feeling comfortable if it's, in return, gives you inconvenience. and i could never apologies enough to myself.

26.7.12

"Even if you don't understand the language, you can still love the music."

- CL / Lee Chae-rin of K-Pop Group 2NE1 (taken from here) -

how i love the quote, although to me, loving songs those meaning i understand are more preferable. it's good to get the poetic of the music, it would be as beautiful to understand the poetic of what it tried to tell the world. hence, learn languages :)

untuk mimpi yang pernah sekali tertitipkan, sungguh Tuhan tidak pernah lupa...

(suatu hari pada suatu jalan, suatu malam pada suatu persimpangan)

21.7.12

[journal] an old thought.

one wise friend of mine whom i respect much once said, (not specifically to me, though) more or less,  

"why worry for things those are absent, 
why not cherish those are present?"

that was on one super hectic day in early 2005, but sure it is one of great footprints i treasure. he might not realized how much that lines meant to me.

and nowadays i repeat it countless times, just to make sure i stay sane enough to separate dream from greed. 

19.7.12

[journal] kloter dan Rotterdam.

selamat ulang tahun, hey kamu dan kamu yang di atas sana!
tolong lihat sebentar, apakah langit malam ini tersusun oleh bintang yang rapat-rapat...
apakah ada satu, dua, atau seribu malaikat yang sedang sibuk mengatur bintang-bintang itu,
agar tak bersisa secuil pun celah...

dan, kalian bahagia tentunya?
Ramadhan di atas sana, apa rasanya... :)

ohya, kamu yang pergi duluan, 
andai sekarang ada di sini, ingin rasanya merajuk sedikit... "ini kloter terakhir! tapi aku tak juga terangkut... bagaimana dooong?? >.<"

dan kamu yang menyusul tak lama,
sungguh, aku ingin sekali mendengar cerita tentang Rotterdam di matamu :)

aku kangen kalian. kangen sekali.



semoga bahasa doa manapun sampai padaNya, 
menjadi penghapus dosa dan pelapang ruang berdua pada langit.

keep calm.

...and keep calm.


and deal the things with style. with my own style. on the right place.


and do (always) remember there is God for all the uncontrollable. 


these are my mantras for these days. and believe it or not, they worked :)

17.7.12

tujuh menit.

kuminta waktumu tujuh menit, tuan.
tentukan saja tempat dan waktunya,
(tapi kalau boleh aku memilih,
tolonglah pilihkan sebuah persimpangan empat arah,
dan pilihkan pula waktu di mana matahari bersahabat dengan bayang-banyang).

tujuh menit saja, tuan.
kuminta waktumu.
dan hatimu.

sepenuhnya.


dan biarlah menit kedelapan menjadi rahasia sebuah catatan tentang pertautan.
atau tentang sebuah selisih jalan.

16.7.12

botol kaca.

ada masa depan di dalam botol kaca.
ia terbungkus air berpitakan mahkota tujuh bunga merah jambu yang mengambang.


ada laki-laki wangi melati,
yang memegang erat si botol, seakan ia adalah cintanya.


takdir tidak berbau harum.
kekasih yang habis mandi kembang,
hanya akan bernamakan belahan jiwa 
manakala mahkota bunga pada rambutnya meruapkan wangi menembus penciuman tuhan.

8.7.12

pukul tujuh.

pukul tujuh malam adalah waktunya untuk bercerita tentang minggu.
tentang hari-hari yang menguap.
tentang hari-hari yang belum masak.
tentang hari-hari yang masih ada dalam angan.
tentang hari-hari yang sudah terkotak dalam lemari.

pukul tujuh malam adalah waktunya untuk berjalan cepat-cepat.
dengan tas cangklong besar berwarna coklat.
dengan sepata putih berhak tujuh senti.
dengan gelas kertas berkopi.
dengan buku poket yang tak cukup masuk dalam saku.

menuju stasiun bawah tanah.
untuk kereta terakhir,
yang sudah bergegas tiga menit yang lalu.
meninggalkan lalu lintas di atasnya,
dalam gemuruh derap pencari rumah.
pukul tujuh adalah waktu di mana jalan pulang menghilang,
tenggelam bersama ingatan yang terbuang, demi mimpi untuk menjadi.
change for the better,
never change just for the sake of change itself.

4.7.12

[journal] off July.

It's less than twelve hours toward another conference, yet I haven't finished my presentation >.< Yet surprisingly I don't feel that kind of panic attack. Well, guess those d-1 (uhm, not really that d-1, though) "please make a presentation" have trained me well enough, yes. In the other hand, I found compressing my 71-slide-thesis-presentation into 25-30-slide-only-conference-presentation is actually challenging rather than stressing. Well, again, the drilling was it. However, I never be the one who do the presenting. *okay, there the panic come*

So, a quick scribe. I've just finished reading the first chapter of The Happiness Project by Gretchen Rubin. I must say she nailed it. She really knows what concrete things those contribute to ones being happy, not just that, "well, be happy". Happy is indeed a 'be' even from the start.

Or maybe she just chose the perfect hints to put in her first chapter, it's about Vitality : Boost Energy. That's just one good way to start. Anew. So here, instead waiting for January, I decided to start doing it now in July. There's no definite reason why I feel the need to start 'the project' soon. It might because that July is the first month in the second half of 2012. It might because that July is a symbol of summer. Well, just as simple as that. To start, I won't break down the plan here, that's for my offline journal. Instead, I will start it with a "to-do-list". Not that kind of "must-do-list", but more of a "want-do-list".

Why "want"? Because I want, not need, these to be done :)

  1. Have one empty box in my room, leaving some spaces for good things to come.
  2. Do my first postcard-series-project. And definitely send some of them to some ones in the West.
  3. Block two posters for my room : the pinky pointed shoes with music sheet, and the beloved boys.
  4. Visiting beautiful Kala and her mom, for sure.
  5. Making a pastel colored portfolio.
  6. Start drawing (again). I owe myself a #30dayssketching. Shall I start with a tree house?
  7. Arrange folders for the double big-B. Yes, they require some cleaning, not clearing.
  8. Buy one pair of proper shoes. I mean it.
  9. Buy one proper lady-like bag. Semi-formal tote is fine. And, yes, this too I mean it.
10. Buy one pair of proper blue jeans. Again, I mean it.
11. Eye check! Replace the sunglasses frame.
12. Starting shaum this year peacefully, in just any aspect.
13. Say hello :)

That's a 13 of July. Happiness is a determined mind away. Might as well be true.

2.7.12

[journal] the age of 14.

of all the wonders of any kind of human's tendencies,
one thing that made me curious to the maximum level is


how come old people forget the fact that once they're all just 14?
that's just the most wonderful age in life, the age when you could make some mistakes and people would surely forgive you, well, yet you rather assumed that they didn't, isn't it?


maybe that's just my imagination :)
meminta hati untuk berbicara lebih keras.
meminta kepala untuk redakan gaduhnya. sedikit saja.


agar dunia dapat tetap dengan putarannya.
dan jiwa dapat diam dengan pendengarannya.

1.7.12

#longstoryshort 3


EVERYTHING ENDS IN SOME RANDOM NIGHTS. OF YOU AND ME. OF THEM AND US. AND WE CAN'T EVEN DECIDE WHICH ONE IS EXACTLY WHAT'S BEEN NAMED MOVING ON. IS IT TO STOP THE TIME. OR TO FAST FORWARD IT. BECAUSE, YOU KNOW, KEEP WALKING THE UNCONSCIOUSLY SAME SPEED JUST WON'T DO.

30.6.12

#longstoryshort 2

and there's a midnight,which sits back to back with a noon. each with different future ahead, yet both'd end as a same past.

#longstoryshort 1

there's this story about universe, which started with dust, and end with dust. with a perfect day of you and me in between.

28.6.12

[journal] maybe...just,



maybe i'm just getting super bored.
maybe i'm just getting extremely pissed.


maybe i just need to draw the line bold.
maybe i just need to lock the distance unlimited.


maybe i just want to stop working with things or ones i realized i can never get used to.
maybe i just want to start working on my bucket list, my sand box, you name it, instead.


maybe i'm the one who actually pushed myself too hard on things i, myself, dislike a lot.
maybe i'm the one who actually can't see things clearly as my vision blurred with hatred towards something indefinite.






maybe i really need to go somewhere west, literally, seeing the sunset.
the burning red of another ending.
having a sleepless night on some random street,
watching another side of life. which could be exactly the same as mine, 
for the tears and the laughs.
write a story, a completed song. 
with dimmed street lamps as the melody. and homeless steps as the lyric.
and then going home near the morning.
say hello to morning dew. and smile to mom and dad.
and then, with an exact same old soul, 
start anew. 

27.6.12

if i remember You, ...

... would i be able to forget you then?

[journal] i am only human, after all...

i'm just as weak as any other living creature 
of this universe might be,
hence only to You i seek sanctuary.


i'm just as helpless as any other broken hearted people 
of this world might be,
hence only to You, the true keeper, i left all my heart.

[journal] "what you resist, persist".

By today, I learnt it that things those actually annoy me wouldn't stop annoying me before I could ever take my lesson. Annoying, isn't it? But guess that's just how it actually go. Should I just follow the lead, or should I not?


Well, truthfully there's thing that always fail in making me to learn their lesson, it's the "what you resist, persist". It always comes back to me, always, no matter what. As if it wants me to accept the fact. I've always been too focus on things I resist rather on things I truly desire. And whenever the two of them came in a two-in-one package I can not bargain, come to think again, I always ended up unconsciously choose the first, abandoning the latter which people might possibly called it "a dream comes true". Foolish, I am.


And here, the situation repeats its history. Should I now choose the first as always, or big-heartedly chose to be mature and brace the dream. No sugar ever came without an attached risk for causing a diabetes, anyway. Everybody has their own limit to tolerate the risk, and so do I. I only need to use that limit, wisely.


Would I again end up staying in my comfort zone, rejecting a "what might be a step towards a dream comes true", just because it mixes up with something I'm, well, honestly, fed up with? Or would I rather choose to be boldly brave enough to deal with it, instead, in the name of pursuing my very dear dream?


Okay. Let's be it!
Behind every "what you resist, persist", there is a "dream comes true, hand in hand with hierarchical level of risks". Nothing expensive ever comes without some price to pay. Nothing valuable ever comes without some value to respect. 




So, just in case, you think you now me? you think I draw you a distance? Think again. Feel again. You might be wrong. That's actually intentional. That'd be how I deal with you, temporary :)

26.6.12

kepala adalah pelupa,
kecuali akan senyum-senyum yang tersembunyi 
manakala hati menarik jarak agar rindu tak perlu berlari 
meniti lintang, berkejaran dengan waktu.


.
rindu, diam saja di sini temani aku,
bisiki doa. yang lalu akan kubiarkan melesat menujumu.

24.6.12

for the pastel colors i chose over the usual preference of black and white 
that always on your confident prediction,
i, too, wish that this time i'd be walking the path ahead under the shade of mahagoni, 


not you. ever again.

[music] Big Bang - Stupid Liar & Gara Gara Go


This was their performance on Love & Hope Tour 2011 in Japan. I remember loving each of their performances there, oh except for the "auuuww..." parts, no offend. As for this one, the pluses are their electric stabilo outfits (and i'm serious), the choreography, and... the getting more and more mature voice of Seungri.

This is the Japanese version of Stupid Liar. And I just found the overall lyrics, and I can't help myself from laughing ;))


As for this one, Gara Gara Go! I looovee their entry onto the stage. And their casual styled outfits (so far still the best style of outfit for them). And the choreography, as well.
Love it. Love it. Love it.

Enough said.


Well, it's kinda hard to dislike their stage performance, after all. Well, except for Monster. Guess I'll be having quite a long time to accept it.

21.6.12

1001

seribu surat cinta kutulis dengan kepalaku,
seribu rantai pengikatnya, terjalin berpangkal hatiku.

ada namamu pada salah satunya.
ada hatimu pada sembilan ratus sembilanpuluh sembilan sisanya.

seribu kali kuminta pak pos untuk mengantarkan setiap lembarnya, tepat waktu.
seribu kali kugadaikan hatiku pada waktu, demi lembar balasan darimu.

ada namaku pada sembilan ratus sembilanpuluh sembilan lembar pertama.
ada hatiku yang kau minta pada lembar terakhir.


kutulis surat cinta ke seribu satu,
kuselipkan pada hatiku, untukmu yang berdiam di sana.

20.6.12

tuan,

jika kemarin hatiku jatuh pada tuturmu, 
maka hari ini jiwaku luluh pada senandungmu.


aku lemah pada aksara,
apalagi yang terjalin rapi, dan mengetuk pada kotak jendela yang tepat
yang tersenyum seadanya, dengan ketulusan yang lebih dari apa yang ada
persis seperti mereka yang kamu rajut.


apakah berpena jemarimu saat ini, tuan?
kiranya sudi tuan menangkap jatuhnya sang rasa
ke dalam botol tinta hitam aspal, penerus aksara yang bermain dalam kepala,
atau (mungkin hati?) tuan.


demikian hatiku tak kan patah,
karena rasa yang dikandungnya lalu jadi nafas bagi tutur terlukis yang membuatnya jatuh.




. . .
begini rasanya jatuh cinta. setengah mati. pada bercarik tulisan.
menyisakan harap-harap cemas agar tak jatuh cinta (sekalian) dengan sang penulis.

: gemini.

ksatria,
apakah kamu seorang gemini?
karena sekali waktu kamu seperti langit, kali lain kamu seperti samudra.


hanya satu yang kuingat : kamu benci warna biru,
katamu biru itu lambang keragu-raguan.
dan memang,
kali pertama aku melihatmu sebelas tahun yang lalu
kamu adalah segalanya, kecuali warna biru.
tapi terlalu jelas bagiku pula,
bahwa ragu-ragu adalah kamu.
ragu, yang berarti beradu di antara dua.


seperti gemini.


apakah aku salah?

[journal] dear brains of the world,

as much as i understand what might be your reasons to be cynical about the place you're living in,
as much as i sense the logic of its temptation on driving you to create more and more satires,

i just can't respect you.

as much as i admit that satire is that one form of literature we all need to understand its dichotomy,
as much as i realize it does once in a while tempt me to shout it out,


i consciously choose to pretend not knowing that you're even exist.


as much as i wish for better place to stand,
as much as i desire to looked witty,


i somehow end up hoping that if only God would create you all just with a typical. 


i hereby declare that i can not accept differences,
if and only if :
one thing among them is a freedom to feel that what one's holding onto is the best thing over what others're holding onto. 


liberty should not be about superiority, including that is hidden behind inferiority. 
(who said inferiority is a nice thing?)


. . .


yes i hate inferiority. so much. furthermore when it's stupidly enough used as camouflage towards superiority. it's just unforgivable. 


but then, watching these stupid war between fans and anti fans, and as if it's not enough, among fans, anti-fans, and anti anti-fans...just drove me crazy. enough to wonder which era am i actually living and on what kind of land it is.


i just don't want this overly insane and chaotic place i'm currently living in ruins my reason from 'in term of exploring' to 'just so i could escape from here'.

19.6.12

I like nonsense, it wakes up the brain cells. - Dr. Seuss -

love is a nonsense,

it wakes up the brain cells
asking them endlessly to try finding out the possibility of it ends happily.

it tickles the labyrinth of hearts
lowering down the maze walls so it could peek where its catcher might be standing, waiting for.

and again,
love is a nonsense,

it took beyond the senses to get it.

. . .
inspired by
I like nonsense, it wakes up the brain cells. - Dr. Seuss -

18.6.12

(red sunset)

kinasih :
kamu perhatikan tidak...
senja adalah persiapan langit membakar matahari, sebelum ia kabur seperti kemarin-kemarin.
tidakkah kamu mau membantunya, hentikan waktu sebentar saja, agar cukup terkumpul olehnya warna merah?

sebelas :
tapi ia tidak mengobarkannya. ia memampatkannya, seperti bola.
cukup untuk membakar habis satu matahari.
untuk apa waktu berlebih?

kinasih :
merah bukan hanya untuk membakar matahari,
tapi untuk menyelubungi bumi pada bagian ia ditinggalkan sang raja tata surya.
kamu tidak perhatikan juga...
begitu ia habis terbakar, langit tidak lantas hitam bukan..
ada sebarang waktu, bagi penduduk untuk menyalakan hati-hati mereka,
sebelum semesta jadi gelap,
oleh merah-merah yang tersisa.

maka, senja membutuhkannya, sebanyak-banyaknya.

sebelas :
baiklah.
aku hanya perlu membuat jarak berlebih, dengan dua belas,
begitu?

kinasih :
ya.
kamu tahu kan, semakin dekat kalian, semakin cepat ia terbakar.
ia adalah merah terakhir yang akan senja pungut.
maka berjaraklah kalian berdua,

setengah lingkar bumi, jika perlu.

sebelas :
matahari,
di timur ia membakar,
di barat ia terbakar.
di antaranya senja memerah. yang ingin aku lihat selamanya.

tapi jika kuberjarak setengah lingkar bumi dengan dua belas,
maka langit akan juga ikut terbakar.

dan tak kan ada lagi di timur ia membakar.
tak kan ada lagi di barat ia terbakar.
dan senja tak kan lagi merah, tapi hitam.

15.6.12

.kadang

kadang ada perasaan yang tidak bisa tumpah,
sebagaimana pun penuhnya sang wadah bernama hati.

kadang ada maksud yang selamanya hanya terpendam,
sebagaimana pun kerasnya ia menyeruak ke muka.

kadang ada pandangan yang dipaksa tak mengarah,
sebagaimana pun tulusnya pesan yang ingin terpancar.

kadang ada kamu yang seperti bintang, tak terjangkau panggil maupun pancing
sebagaimana pun terangmu berkeliaran nyalakan seluruh penjuru langit.


#maksudhatimaukirimgombalanlewattelepati 
#apadayalidahtakfasihmerayu 
#silakancobalagilainwaktu
#sekiandanterimakasih


#danselamattiduruntukkamusiseharusnyapenerimapesan #lainwakturadarnyadipasanglagiya

14.6.12

to let go vs. to accept

when i wrote this : "this year is not gonna be about be patience, but all about letting go", i definitely forgot that to wish an ability to let go requires the same level of ability to accept. to accept things as they were. to accept things those beyond our own power to handle.

so here i am, again, going back and forth. in attempt to move on. and found out another ridiculous fact. indeed, to accept is way harder to let go.

true findings.

yet thankfully i don't ever feel any need to go back to square zero. taking a pit stop, and to continue the walk full force, is surely enough :)

13.6.12

. . . . . . . . . . .

jiwa terjaga pada raga yang berkelana,
mata hati terbuka pada pandangan yang teduh,
telinga pasang pada pendengaran yang merdu.

cita hadir dengan sadar,
cinta tumbuh dalam keberserahan.

kuikatkan kata-kataku pada janji,
kurekatkan janji pada lembar-lembar surat
yang saling layang antara bumi dan langit
tepat pada saat-saat matahari bersolek demi sebuah pagi.

] - - - - - - [

tak ada labirin yang tak berjalankeluar.
tak ada labirin yang tak menahan jiwa-jiwa kesepian untuk berkubur di dalamnya.
tak ada labirin yang tak ada untuk perpisahan.

: : : : : : : : :

kamu adalah udara yang sedianya membuatku bernafas lega.
sesekali, dalam kecepatan, pernah kamu buat nafasku terburu,
dan seringkali, pada ketinggian, kamu membuatku sesak.


dan pada satu waktu, nanti, sekali untuk selamanya


bisa kamu buat aku bernafas hanya dengan senyum, cukup dengan ada...
bisa juga kamu buat aku mati dengan begitu saja hilang dari penghirupanku.
sebanyak nyawa yang ditiupkan tuhan ke dunia, sebanyak itu pula cara pandang akan kebenaran yang disediakannya.

11.6.12

tidak berdefinisi.

Hampir segala sesuatu, jika sudah bersinggungan dengan perasaan, sesedikitnya pun, tidak dapat dikatakan memiliki definisi. Karena definisi membatasi, sedangkan perasaan adalah tanpa batas. Definisi kental dengan ketertebakan, sedangkan perasaan (ternyata) sangat penuh dengan kejutan.

Seperti bagaimana kapal di belantara samudra.



"Kapal Dilanda Badai" (Raden Saleh, 1837)
Galeri Nasional, Jakarta


Saya jatuh cinta pada pandangan pertama dengan "Kapal Dilanda Badai". Sejujurnya adalah lukisan pertama yang saya lihat dalam pameran karya Raden Saleh yang berhasil secara langsung menarik hati saya. Pertempuran antara kekuatan dan ketakutan. Terombang-ambing. Terhempas. Begitulah kepala saya mencoba menerjemahkan lukisan ini. Sayangnya tidak berhasil. 

Saya hanya merasa gelisah. Tanpa tahu sebabnya. Gelisah yang menenangkan. Sebuah paradoks, memang. 

Rasanya saya bisa betah berlama-lama di depan satu lukisan ini. Memandangnya lekat-lekat tanpa merasa perlu menganalisis setiap detilnya. Karena masing-masing lekukan hasil sapuan kuas adalah sebuah apa adanya yang terlupakan. Saya hanya perlu mengingatnya. Cukup begitu saja. 

Setelah mengingat, gelisah datang. Lalu nanti ia (justru) akan berbalik menjadi penenang. Bahwa terlupakan adalah bagian dari sebuah putaran dalam hidup.
secangkir kopi instan,
dan perasaan yang terlalu cepat mekar,
lalu terlalu cepat pula pudar.


secangkir kopi tubruk,
dan perasaan yang meminta banyak waktu untuk tumbuh, 
lengkap dengan butir-butir pahitnya
yang lalu mengendap bersama rasa manis yang tersembunyi.