18.6.12

(red sunset)

kinasih :
kamu perhatikan tidak...
senja adalah persiapan langit membakar matahari, sebelum ia kabur seperti kemarin-kemarin.
tidakkah kamu mau membantunya, hentikan waktu sebentar saja, agar cukup terkumpul olehnya warna merah?

sebelas :
tapi ia tidak mengobarkannya. ia memampatkannya, seperti bola.
cukup untuk membakar habis satu matahari.
untuk apa waktu berlebih?

kinasih :
merah bukan hanya untuk membakar matahari,
tapi untuk menyelubungi bumi pada bagian ia ditinggalkan sang raja tata surya.
kamu tidak perhatikan juga...
begitu ia habis terbakar, langit tidak lantas hitam bukan..
ada sebarang waktu, bagi penduduk untuk menyalakan hati-hati mereka,
sebelum semesta jadi gelap,
oleh merah-merah yang tersisa.

maka, senja membutuhkannya, sebanyak-banyaknya.

sebelas :
baiklah.
aku hanya perlu membuat jarak berlebih, dengan dua belas,
begitu?

kinasih :
ya.
kamu tahu kan, semakin dekat kalian, semakin cepat ia terbakar.
ia adalah merah terakhir yang akan senja pungut.
maka berjaraklah kalian berdua,

setengah lingkar bumi, jika perlu.

sebelas :
matahari,
di timur ia membakar,
di barat ia terbakar.
di antaranya senja memerah. yang ingin aku lihat selamanya.

tapi jika kuberjarak setengah lingkar bumi dengan dua belas,
maka langit akan juga ikut terbakar.

dan tak kan ada lagi di timur ia membakar.
tak kan ada lagi di barat ia terbakar.
dan senja tak kan lagi merah, tapi hitam.

4 comments:

cassia vera said...

apa sih iniii? kok bagus banget.. bikin mengiriii :p

astri said...

hihi..makasih Mbak :")
tapi bukan apa-apa kok, cuma lagi pengen banget nulis sesuatu dengan judul (red sunset) :p

poets said...

ini kesamaan nama tokoh adalah unsur ketidaksengajaan kan, mbak? :p haha

astri said...

kesengajaan atau ketidaksengajaan itu rahasia pengarang Poets... hihi :p