1.9.12

september.

september mendaratkan hati pada landasan pacu
yang tersusun sambung-menyambung oleh mimpi-mimpi tengah malam
yang kadang membuat mata ingin tutup rapat-rapat selama-lamanya
yang kadang membuat pikiran gerah oleh hiruk pikuk yang terpaksa

september merapatkan hati pada baris-baris janji
yang tersusun oleh sepotong-sepotongan ingatan
yang kadang saru antara ilusi dan kenyataan
yang selalu menemukan jalan untuk menampar diri di saat genting

september mengaitkan hati pada anak-anak panah
yang terbidik seakan pada sembarang, namun sebenarnya pada satu titik nol di sana
yang siap melesat hingga sejauh tak percayanya mata
yang meyakini busur sama siap menemaninya berkelana

september, begitulah ia datang.

No comments: