Sunday, July 05, 2009

the wedding day

Hari Sabtu kemarin, sekali lagi saya tektok Bandung-Jakarta untuk menghadiri pernikahan teman. Kali ini adalah pernikahan salah satu teman baik di sebuah unit kegiatan yang sama-sama kami ikuti semasa kuliah dulu dengan teman satu jurusannya yang kebetulan sekali adalah teman semasa saya SMP dulu :D

Setelah menghadiri pernikahan kemarin, sepanjang perjalanan pulang Jakarta - Bandung, saya menjadi banyak berpikir ( apalagi ditambah kemacetan kota Jakarta yang ampun deh!) tentang pernikahan tadi, dan pernikahan nanti (pernikahan saya sendiri maksudnya).

Tadi, setiap detil yang saya lihat, saya dengar, saya rasakan, semuanya terasa luar biasa pas. Pilihan gedung. Deretan foto-foto pre-wedding. Dekorasi a la Minang tapi tetap terasa chic dan sederhana. Pilihan menu katering. Pilihan daftar lagu untuk dinyanyikan sang wedding singer (serius, pilihan lagu-lagunya bagus bagus bagusss banget, nggak heran sih ;p). Dan...yang pasti adalah pasangan pengantinnya, mereka berdua tampak sangat bersinar. Really really reallyyy happy for both of you, Chica and Ara :)

-------------------------

Nanti, kira-kira pernikahan saya sendiri akan seperti apa ya...adalah satu pertanyaan yang makin ke sini makin sering saya tanyakan pada diri saya sendiri. Apalagi kalau pakai ditambah dengan pertanyaan dari orang-orang lain, "kapan kamu nyusul?". Yaahh, jawaban terbaik yang bisa saya berikan cuma satu, "as soon as possible", dengan cengiran super lebar, dan keinginan menggebu-gebu untuk menambahkan satu baris lagi, "begitu Allah sudah meridhai."

Benar deh, saya nggak bisa berhenti membayangkan, nanti pernikahan saya akan seperti apa ya. Catet : kehidupan pernikahannya itu sendiri ya, tentunya dengan hari pernikahan sebagai gerbangnya ;) Saya juga tidak bisa berhenti bertanya, "kapan ya Allah akan Kau pertemukan aku dengan calon suami, calon pendamping hidupku, laki-laki yang telah Kau siapkan untukku dan telah Kau siapkan aku untuknya?" Saya tahu jawabannya, semua akan indah pada waktunya. Tapi percaya deh, mengetahui jawaban itu, berusaha menanamkannya pada hati dan pikiran saya setiap kali bayang-bayang impian menikah itu datang, dengan menjalaninya sendiri adalah dua hal yang sangat berbeda, dan sekali lagi percayalah, tidak semudah itu melakukan yang namanya 'penantian'.

Penantian dalam kamus saya tidak pernah berarti diam dan menunggu. Saya ingin tetap bergerak, mengikuti hati yang menjadi penunjuk jalan, menuju rencana-rencana besar dalam hidup. Begitu juga kali ini. Semoga arah perjalanan kali ini tidak membuat saya semakin menjauh dari 'pertemuan' yang selalu saya impikan, hampir setiap hari, ini.

Jadi, kapan giliran saya ya?
*tetap penasaran*

Monday, June 29, 2009

kalau SELALU membuat menangis

...tinggalkan saja laki-laki itu.


kecuali,
jika dan hanya jika,

sekali saja...
...dia pernah membuatmu tertawa.

-------------------------
sayangnya dalam kasus saya, kejadiannya adalah dia tidak pernah membuat saya tertawa.
walaupun hanya sekali.

Wednesday, June 24, 2009

melangkah ke belakang, bukan mundur

kali ini sekali lagi aku belajar tentang jatuh cinta
bukan cinta yang melihat ke atas apalagi ke bawah

kali ini, satu dentuman kecil namun nyaring, membuatku menoleh ke belakang

kabut menghalangi pandanganku
teriakan demi teriakan menyamarkan pendengaranku

tak urung, aku sipitkan mataku, berusaha memandang lebih jauh ke belakang
tak urung, aku tajamkan pendengaranku, berusaha mendengar setiap bisikan yang terbang bebas bersama angin

kupalingkan kembali wajahku ke depan, dan tiba-tiba rasa takut menyapa
bukan gelap dan sepi yang mengancam
kali ini mungkin kehangatan dan kedewasaan yang membuatku gamang

aku takut sekali, sekali lagi

berjalan pelan, sambil tidak bisa berhenti bertanya, apakah ini waktunya
dan satu kata bukan pun memaksa, menusuk kedua penjuru telinga
ingin aku berlari, tapi kedua kaki ini kaku, wajah ini tidak bisa berhenti berpaling ke belakang
setengah berharap, dia tidak secepat itu menyusulku, dan (lagi) meninggalkanku sendiri

karena aku sudah berjanji, kali ini aku akan hati-hati sekali
(beribu) terima kasih padamu patah hatiku yang terakhir.

-------------------------
sekali lagi (hampir) jatuh ke dalam lubang yang serupa, tapi tak sama
lubang yang (juga) sangat rapi dan bersih, namun tertutup semak liar yang lebat
di satu padang yang telah berkali-kali aku lewati dengan acuh tak acuh
namun kali ini, karena melewatinya sambil berlari kencang, aku pun (hampir) terjatuh

di saat terduduk ini, aku pun tersentak oleh adanya dua pilihan
satu, memenuhi rasa ingin tahu dengan menjatuhkan diri ke dalam lubang tadi
dua, bangkit berdiri, kembali berlari sambil menurunkan kecepatan sedikit demi sedikit, sampai akhirnya nanti aku bisa berjalan dengan ritme yang stabil

ini, kuberi tahu, aku (hampir) jatuh cinta
kira-kira pilihan mana yang menurutmu baik untukku?

Tuesday, June 16, 2009

deleting my john mayer's playlist, all of them

i'm serious
it's not that (now) i hate him (i mean john, who could hate him anyway, he's still adorable as usual :p)
it's just that i only need a refreshment, a strong one, from my playlist

so that i can move on, really move ahead...
------------------------------

sealing the last envelopes
typing the last 250 words
applying some housing there
applying visa while trying to get some SEK to be used as my temporary deposit
browsing a ticket to Stockholm
doing some shopping for winter coats
writing a resignation letter
learning how to bike (doh!)
learning swedish
learning how to improve my both written and spoken expression
hitting the tropical beach and jump off from the cliff (not that i committed suicide anyway, life is too wonderfull and life itself is already short)

or else

on august i'll be walking down the same old path i used to cross through everday few years behind towards the same old green building


but wherever i'll be, it'll be the best place then :)
to start seeking
he whom has the exact same energy as myself
he whom will never look down on me
he whom will never look with his half eye on me
he whom will never look up on me and rely on me as well, i am not a superwall (go find it on facebook)
he whom will never claim that in need is indeed
he whom will never be found with naked eyes nor intelligent head but with only a sincere heart
he whose heart i'll claim as home

------------------------------
counting days in june,
because special people do change
and it's only by heart i'll know who'll keep holding my hand

counting days in june,
because july is stockholm's holiday's month

counting days in june,
counting all my blessing one by one, those came through all the happiness and the sorrows

and dear God, The Only Owner of all pieces of heart those covering land and water of mother earth, please keep away all heart-illness, heart-sickness, heart-badness from the heart of mine, of all Your Humans...
amiiinnn.

Saturday, June 13, 2009

saat terbangun dari mimpi kian dekat

Setiap persimpangan adalah anugrah terindah yang membungkus nikmat akan banyaknya pilihan dalam hidup ini. Bersyukurlah jika kita semua masih diberi kesempatan untuk memilih.

Sore ini saya tiba-tiba saja teringat ucapan seorang teman, hampir setahun yang lalu, yang kira-kira membuat saya berkesimpulan seperti ini :

"mimpi itu ada untuk dikejar sampai dapat, jatuh bangun lurus dan berbelok itu hanyalah jalan, seperti layaknya tanya, yang diajukan untuk mendapatkan jawaban, bagaimanapun caranya, bagaimanapun jawaban yang akan kita terima"

Yang masih harus saya ingat-ingat adalah, "manusia boleh berencana, Tuhan juga yang menentukan". Siapa yang tahu kapan saya akan sampai pada mimpi-mimpi saya itu. Siapa yang bisa menjamin hati ini akan tetap pada mimpi-mimpi yang pernah tercetus. Hidup ini berjalan maju, dunia ini tidak berputar ke arah yang berlawanan. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi dengan hati. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi dengan gelembung-gelembung mimpi itu. Saya haya yakin satu hal, Tuhan menjaganya untuk kita, dan akan mendaratkannya dengan hati-hati pada waktunya.

Sungguh, saya ingin mempercayai demikian.
------------------------------

aku rindu kamu, Kakakku sayang.
malam ini akan aku tulis surat untukmu.
mungkin sudah waktunya belajar mempercayakan mimpi yang saya punya ini pada seseorang.

Sunday, June 07, 2009

kali ini

tidak bisa menulis

mulut terkunci
otak beku
hati pilu
jiwa kering
rasa mati
jemari kaku

padahal ada berjuta rangkai kata yang menunggu

sesak.mata merah.kepala berat. pikiran negatif akan pikiran orang lain.kalimat "ah tapi kan kamu masih lebih mending".

oh malaikat juga tahu.ada positif saat aku menunduk.dan negatif saat aku menengadah.

tidak perlu lah mereka yang berkata.malaikat bisa melakukannya jauh lebih baik.

sesak.hidung mampat.kaki bergetar.tanah sandaran pun bergoyang.

tapi aku tetap hidup.
mungin besok aku akan menulis.

Thursday, May 28, 2009

sinkronisasi kepala hati mulut dan tangan

Huff...dalam hitungan kira-kira 72 jam ke depan, bulan Mei akan berakhir, yang berarti bulan Juni akan segera menyambut. Jarum penunjuk deretan angka dalam lingkaran itu rasanya semakin cepat bergerak. Tik tok tik tok... memburu tangan untuk segera menggoreskan tanda hitam di atas satu lembar putih yang tersimpan rapi dalam salah satu bilik ruang hati.

Kali ini mungkin saya ingin mencoba sedikit bernarasi dan berdeskripsi. 

Kenapa judulnya "sinkronisasi kepala hati mulut dan tangan"? Sederhana saja. Karena saya masih harus banyak belajar dalam mengelola emosi saya, masih harus banyak belajar dalam menjaga kepala agar tetap dingin, hati agar tetap tenang, mulut agar tidak mengucap kalimat laksana pedang bermata dua (bermata satu saja, hehehe), dan tangan ... agar tidak menulis yang tidak ada di kepala dan di hati, agar menulis apa yang mulut tidak sanggup ucapkan.


Nah.. ceritanya, mulai saat ini saya ingin belajar menulis kembali :)