to send you a hello. sometimes with a good morning.
to give you (temporary) goodbyes. sometimes with a good night and have a nice dream.
to draw you virtual hugs. sometimes, if i dare myself to cross the line, with some digital kisses.
to pray you through blank pings. for a lighter heart, for a better day. sometimes with a :)
(me, with an old mobile phone and a broken wire previously connected, hopefully, to you, 2012)
kuminta waktumu tujuh menit, tuan.
tentukan saja tempat dan waktunya,
(tapi kalau boleh aku memilih,
tolonglah pilihkan sebuah persimpangan empat arah,
dan pilihkan pula waktu di mana matahari bersahabat dengan bayang-banyang).
tujuh menit saja, tuan.
kuminta waktumu.
dan hatimu.
sepenuhnya.
dan biarlah menit kedelapan menjadi rahasia sebuah catatan tentang pertautan.
atau tentang sebuah selisih jalan.
24.6.12
for the pastel colors i chose over the usual preference of black and white that always on your confident prediction, i, too, wish that this time i'd be walking the path ahead under the shade of mahagoni,
ksatria, apakah kamu seorang gemini? karena sekali waktu kamu seperti langit, kali lain kamu seperti samudra.
hanya satu yang kuingat : kamu benci warna biru, katamu biru itu lambang keragu-raguan. dan memang, kali pertama aku melihatmu sebelas tahun yang lalu kamu adalah segalanya, kecuali warna biru. tapi terlalu jelas bagiku pula, bahwa ragu-ragu adalah kamu. ragu, yang berarti beradu di antara dua.
jiwa terjaga pada raga yang berkelana,
mata hati terbuka pada pandangan yang teduh,
telinga pasang pada pendengaran yang merdu.
cita hadir dengan sadar,
cinta tumbuh dalam keberserahan.
kuikatkan kata-kataku pada janji,
kurekatkan janji pada lembar-lembar surat
yang saling layang antara bumi dan langit
tepat pada saat-saat matahari bersolek demi sebuah pagi.
27.5.12
"wahai laki-laki penjinak kata, bolehkah aku jatuh hati pada tuturmu?"
- perempuan pembuat sketsa suara -
21.5.12
"akan kuajarkan anakku ketegasan logika dengan kehalusan sastra... lalu akan kuperkenalkan ia pada kelembutan intuisi dengan ketajaman matematika... dan akhirnya akan kuminta ia mencari tuhannya, melalui hitam putih kebenaran, berbekal abu-abunya kitab suci"