9.6.11

hujan.

tahun lalu aku melihatnya turun dari langit yang masih biru,
bertemankan matahari yang tak malu menentangnya,
hingga ia jatuh ke tanah dan berbau kerinduan akan kemarau.

aku lalu melihatnya bertumbuh, datang dan pergi
hingga hari ini, dari langit yang sesekali tidak berwarna,
dan matahari yang mulai bosan berbasah.

telah jadi penanda hari kini kau, hujan. bukan lagi musim,
apalagi cerita tentang dua payung yang berdansa sambil bergunjing,
tentang bagaimana mereka merindukanmu.

1 comment:

Anonymous said...

sukaa

-salamkenal :)