6.6.11

Room Blue


Menemukan ini gara-gara sepupu saya memasang tautan videonya di fesbuk.
Dan saya pun langsung jatuh cinta, seperti waktu pertama kali mendengar 'Bubbly' Colbie Caillat, 'Fly Me to the Moon' Olivia dan 'Chasing Pavement' Adele (oh, dan saya suka sekali video klipnya).
Bagaimana saya bisa mendengarkan lagu-lagu mereka bertiga untuk pertama kalinya, masing-masing punya cerita yang... sama... dan tiga-tiganya ada di bawah folder "mengejar eropa dua-tiga tahun lalu" :))

Tapi Emi Meyer ini mungkin akan masuk di bawah folder "mengejar new york entah berapa tahun lagi"
(ini ceritanya ditulis pas lagi mimpi)

.

Kembali ke "Room Blue", kamar saya memang berwarna biru. Dan sekarang saya yakin, warna biru memang bukan untuk kamar tidur. Untungnya ini adalah saat-saat di mana saya memang sedang harus begadang, mengerjakan tesis, atau ya memang sedang susah tidur saja (sering!).
Warna biru, akhir-akhir ini identik dengan kerinduan. Saya rindu menulis, bermain kata-kata dengan pikiran yang santai. Saya rindu bermain ke toko buku sekedar melihat-lihat buku terbitan terbaru. Saya rindu membaca kisah Manjali dan Cakrabirawa, saya rindu menebak-nebak akhir dari cerita, dan saya ingin segera menghabiskan Mimpi-mimpi Einstein. Saya rindu menyusuri kota-kota Semarang, Yogyakarta dan Solo, atau sekedar berjalan kaki pelan-pelan di sepanjang Jalan Dago di malam hari. Saya rindu menekan tombol shutter, saya rindu melihat sekitar melalui lubang pengintai kamera.

.

Bagaimanapun sesuatu harus diselesaikan.

(betul kan, konsentrasi sedang tidak pada tempatnya, membuat tulisan-tulisan di atas juga mungkin menjadi tidak berada pada tempatnya atau setidaknya tidak berada pada susunan yang benar)

No comments: