29.6.11

semata penggalan isi kepala :

"menulis untuk dibagi memang (mungkin) harusnya yang baik-baik saja. namun saat (rasanya) apa yang harus tertumpah adalah bukan yang baik-baik, harus bagaimana? sementara mata membenci luar biasa bahkan sekedar sinisme. apalagi selaput tipis antara kritik dan cela. 

seyakin itukah akan isi kepala telah sanggup membedakan keduanya?

memang betul. diam itu emas. kristal mungkin kalau boleh saya menggantinya. namun tidak begitu kata zaman. 'bicaralah apa yang ada di pikirmu!' begitu katanya.

dan semua orang pun (lalu) sibuk berbicara. apa saja. termasuk (mungkin) yang sebenarnya tidak (benar-benar) ada di pikiran mereka. sekedar membuat riuh. 


sesuka mereka. 



dan (lalu akhirnya berbalas) juga sesuka saya."