Showing posts with label duapuluhdelapan. Show all posts
Showing posts with label duapuluhdelapan. Show all posts

8.4.12

[journal] for the next 365.

on this last second of being 28, i just want to send a short note to myself :


enjoy your last year being twenty something, girl :)


get yourself a boyfriend future husband, eat sushi, drink wine ginger ale, play music, read a poem a day, write a story, and touch down the far east the far west!


life is (should be) good for it's (extremely) short.

28.3.12

puisi sebrang hati.

kulayangkan surat rindu sepenuh diri
untukmu, lelaki di sebrang hati.

bersama kecup tertahan yang berjalin bersama serat-serat di mana seluruh rindu ini menumpah,
semacam hitam yang menera putih.

kupejamkan mata, lalu ada bisik yang mendesak,
semoga surat ini menjelma puisi padamu,
puisi sebrang hati.

untukmu, lelaki yang bayangnya tertinggal, menggenggam hati sendiri hingga kini.

22.3.12

cinta tercacah jadi debu. berserakan di pojokan.
ia bawa matahari ke dalam lika-liku pecahannya. pencarkan putih jadi tujuh kaki pelangi.


bahagia tertukar pedih. menari-nari pada sela-sela rangka hati 
yang menyamar jadi labirin dalam otak. ia buntuti ekor cahaya hingga ke ujungnya. 
mengurai pedih sampai ke pangkal luka.


senyum terpaksa mengubur patahan keping rasa. mengukir ujung-ujung bibir ke atas, 
dengan pahat dari air mata yang membatu. ia pulas dirinya dengan ungu senja yang kesiangan, 
sembunyikan para kelabu yang kekal.

20.3.12

tempat bersembunyi yang paling menyenangkan adalah dalam lapis ke tujuh labirin dalam kepala kita sendiri. yang paling menyebalkan, tentunya adalah pada patahan hati yang belum lagi kembali terekat sempurna.


tidak sembunyi hanya untuk pemberani. itu pun jika berani sudah keluar dari persembunyiannya.
pada hari ketika rindu meninggalkan rumahnya, ia memasang tirai berwarna hitam pada jendela yang menghadap halaman belakang. matahari sore yang malu-malu berpamitan pun urung menyapa. alih-alih diketuknya jendela itu perlahan dengan warna biru siang yang memudar.

11.3.12

tapi.

tapi adalah pembunuh bayaran,
bersenjatakan alasan, berselimutkan logika dan realita.

dan hanya ketakutan yang cukup kaya untuk dapat membayarnya.

10.3.12

siang.

mendung adalah warna langit, saat hujan mengambil ancang-ancang berkejaran dengan air mata.
awan yang menyaru adalah pelacak kesenduan, ia bersinkronasi dengan mata-mata pembayang jiwa.

kota adalah pipi kelabu,
yang menahan hujan sampai ke jantung bumi.
pun pipi adalah kota merah jambu,
yang menahan air mata bercampur dengan birunya hati.

siang adalah di mana semua tumpah,
dan matahari menjadi saksi, sekalipun binarnya terhalang seteru para air.

6.3.12

| waktu |

waktu menderu,
siapa yang tahu berapa kali ia menggilasmu hingga mati,
tapi kamu tak merasa.
malah kamu merasa ia berjalan terlalu lambat,
tidak terpikir kalau baginya kamu telah habis.

waktu bersandar pada kursi goyang,
kamu tak melihatnya,
kamu kira ia sudah melesat, dan sudah tiba di ujung dunia.
padahal diam-diam ia senang melihatmu ketakutan,
dan tak pernah ia berpikir untuk memberimu kejutan semacam, "aku masih di sini".


kamu, hanya salah satu sekian bagi waktu.

2.3.12

duabelas jam.

duabelas jam jarak yang menjaga kita,

membagi rata matahari, hujan, dan juga suara jangkrik musim panas,
agar setengah bumi tak hangus,
agar setengahnya lagi tak hanyut.

duabelas jam jarak yang menarik kita ke dalam sebuah hening,

di tengah hiruk pikuk jam makan siang, atau pekatnya kelam malam,
di tengah sujud menjelang fajar, atau pahitnya secangkir kopi sore,
atau tepat pada 12.00 waktu setiap jam digital am/pm.

tak ada layar untuk mengantarkan mata-mata rindu,
tak juga kabel telepon pengirim pesan suara tak sabar ingin berjumpa.

hanya surat dalam botol-botol hati,
dan parit tak bercabang yang mengalir di antaranya : jalur khusus bertukar cerita hari ini.


aku hanya berdoa sepenuh hati agar pada titik manapun di sepanjang parit ini tak ada pusaran waktu yang bisa sesatkan rindu-rindu padamu hari ini, melemparnya ke masa depan, atau ke masa lalu. karena kuyakin kita hanya terpisah setengah lingkar bumi, bukan selompatan masa, 




bukankah begitu?

29.2.12

senja keempat.

senja pertama, aku mengantarmu hingga dermaga,
dan berbalik pulang sebelum jangkar ditarik.

senja kedua, aku terbang melintasi aurora,
lalu berkereta, melihat matahari berkejaran dengan kabel listrik.

senja ketiga, amarah memaksa kita berjalan dalam diam, berdua
hingga salju memaksa kita berbagi bangku halte yang sempit dan tak henti berderik.

senja keempat, ...
senja keempat kupotong kecil-kecil saat ia masih nila,
kubagi sama rata ke dalam seribu kotak,
kuhanyutkan mereka kembali satu-satu pada kali pukul tiga sore, dengan kamu yang tersenyum saja di atas batu di sampingku,

agar mereka nanti tiba tepat waktu : sebelum senja sempat mencari keping-kepingnya yang hilang kita curi, empat senja yang lalu.

hujan.

pada payung-payung yang terbuka,
di atasnya adalah lantai dansa para hujan yang mencari-cari kekasihnya.

mereka bertemu di tengah riuh,
saling bertukar senyum dengan berselancar,
lalu menghangatkan diri dalam tanah,
hingga akhirnya ada cium selamat tinggal, pada pagi di atas daun,
tepat sebelum beranjak menuju langit hari.

pada payung-payung yang terbuka,
ada kesendirian yang berteduh, dari hujan yang (didengarnya) saling bercinta.

bad boy.



Listening their music now, and then go back a little from when they've just started, I must say they're becoming artists, not mere idols. They're just too good (as well as uniquely too individualistic)  to be called a boyband (for now). I've just listened to the whole album and did not regret for having it pre-ordered. The album is just worth listening. Honestly it's rather beyond my expectation nor prediction. Well, there's a song which I don't really into it, though, but overall I heart it, much! Too much I don't really care about how they looked like nor how their style is anymore. It's enough that I could smile over the music for an overflowing sincerity and honesty those made the language difference no longer become a matter.

Okay. I'm starting to get biased.
Gotta stop.

Well, one more thing anyway : for you your taste, for me my taste ;)

. . .
ps : Songs from their latest album were mostly to be listed in my "songs from back then" playlist :)

28.2.12

nadi.

jantung redamkan detaknya,
darah putihkan merahnya.

biru-biru mengucur deras dalam diri,
mengikat pergelangan dengan mimpi-mimpi yang jadi temali.

nadi bercinta dengan kehidupan yang tak berhenti lahir,
mencuri darinya nafas segar-segar.


lalu terlupakan : seonggok jiwa pemutus nadi hati,
dewa kematian bertudung putih berpedang jeri.

27.2.12

bejana.

sudah siang.
air mata yang tertampung sejak tiga hari lalu menguaplah.

sudah tiga hari,
waktunya memaafkan mungkin...
meninggalkan cincin kebesaran berbentuk matahari pada dasar bejana..
membakarnya, hingga tak sempat pecah berkeping.

sudah malam.
bicaraku pun tersendat air mata yang tertelan.

sudah tujuh minggu,
waktunya menguak tirai mungkin...
mengintip matahari sungguhan..
yang Tuhan bilang sudah rindu mati padaku, pada "selamat pagi" dariku tepatnya.

sudah pagi.
ternyata Tuhan tak kunjung ambil ingatanku.

.
mudah-mudahan melupakanmu tidak membuatNya mengangkat bahu.

22.2.12

[ . . . ]

jika air mata adalah kata-kata,
yang derasnya terperas habis oleh serupa pedih,

aku ingin bertanya satu saja :
Tuhan, bosankah Kau melihatku dengan mudah mengalirkannya?


jika senyum tertinggal adalah cendera mata,
yang tertinggal oleh angin penyaput kelabu,

aku ingin meminta satu saja :
sunggingkanlah ia lebih banyak lagi padaku, Tuhan...

jurusan vs keahlian, dalam kelakar

Melihat linimasa twitter hari ini yang sepertinya cukup heboh dengan "Jurusan : ... Keahlian : ..." dikaitkan dengan urusan percintaan, saya jadi tidak tahan untuk tidak menuliskan ini :

Jurusan : Perancangan Lanskap. Keahlian : Membuat sistem percintaan dengan matriks mimpi yang masih buram, patch yang harus diambil dari masa depan dengan komposisi bidang hijau yang harus dicuri lihat dari daftar di tangan Tuhan, dan koridor penghubung yang tersembunyi di balik semak-semak.

#pret #panjangkalipun #itulebihdari140karakterwoi 




Atau ini :

Jurusan: Lanskap. Keahlian: menanam benih2 cinta di halaman hatimu. *nanem pohon di halaman rumah kali* *terus kapan bisa foto keluarga di bawahnya?*

#krik #nggakbakatngegombalemang 

16.2.12

complicated.

happiness is simple.

so simple that nobody else but ourselves would ever understand,
so simple that only in on our own consciousness we know happiness doesn't need to be understood.


(what each of us called) happiness is simple. so simple that the world sees us as complicated creature.

11.2.12

for things i missed

the birthdays
the engagements
the weddings
the pregnancies
the newly born babies, and new parents
the second child
the promotions
the launches
the crossed bucketlists
the graduations
the publications
the awards and the trophies
the failures
the bitterness and the sorrow
the struggles
the business plans
the circle-gatherings
the reunions
the parties
the lectures
the war and debates
the ladies night outs
the postcards
the visualized dreams...

...and all that matters,


i'm sorry.

12.1.12

(ter)sesat.

mata angin tak sempat berpusing,
namun arah (telah) terlanjur terpatri.

adakah peta berskala perasaan,
yang sanggup selubungi jiwa menembus dimensi ruang,
yang sanggup pecahkan abstrak hingga serpih logika terkecil?

adakah penunjuk waktu tak berlonceng,
yang sanggup lapangkan dada merangkum guliran masa,
yang sanggup petakan ingatan bahkan yang tak tercatat lekukan dalam kepala?


dan sungguh, (ter)sesat adalah kala angin sembunyi,
(berlari) dari menghembuskan tanda pada ruang dan waktu.

31.12.11

twenty eleven.

dear writings, you know i really miss you, don't you?


let me have the last peaceful battle, for once and all, will you? you know exactly what my plan for you ;)


i promise i won't let such fail in 2011 to be happened again in 2012. but, there's just something odd about the odd years, don't you think so? it's just i never expected that the oddness of this year would go beyond any of my anticipation. 


but it's okay anyway. 


.
.
.


and for you, dear 2011, you sure love to tease me, a lot, eh?


first you started by giving me one thing i least expected. one thing i honestly dislike to have, yet you gave me instead. and then you put me in such acceleration i never thought would give me more pressure and expectation later on. and as you could see, my biggest failure this year is not being able to manage those things. in contrary, i let myself got distracted. well, to see the bright side, thanks to this, i was finally being able to know and to enjoy real entertainment :) hey, this one i meant it! i never ever been such stressful to the point i need to be entertained properly.


by passing you, i meet lots of chance to see how this world is built with various kind of dream. i also had some chances to make new encounter with new things and new, yet actually old, people in my surroundings. there were times when things've gone the fun way, there were also times when they've gone way too annoying. but, in good and bad, things made me grow, unfortunately not wisely but with different new perspectives to see things in life. 


so, if anything, i'm grateful for getting "lost" in place i though i've "known" well enough. and if i had to point out one thing that put me in state of "why oh why dear God?" it'll be that i fail to meet my only two dreams this year. no need to tell you what they were, should i? i've told you once, in secret.


and so that's it for you, dear 2011. no more. but no less. you've been really odd. really. but which odd years haven't? 


.
.
.


i'm thankful for the quite hard year, especially at the last quarter until its closing, and the cold universe. but still, i'm allowed to have hopes for brighter and warmer summer of 2012, aren't i? and i'm still expecting to meet my soulmate to be in that somewhere-far-north, or somewhere-far-east ;)


but before any upcoming expectations, first things first i need to pass this one last battle. a battle towards nobody else but myself. to take a responsibility on one thing i chose a year ago, out of nothing but love.


for the sake of God, who gives me the root of any chances in life, the life itself.
for the sake of people who believe in me, even when i fail to believe my self and lost faith in things i've been dreaming of. 
and for the dream itself, which had made its own path to find me.


.


to finish what i once started, once and all, is the only thing i can promise myself to close this extraordinary odd year. all out.