2.3.12

duabelas jam.

duabelas jam jarak yang menjaga kita,

membagi rata matahari, hujan, dan juga suara jangkrik musim panas,
agar setengah bumi tak hangus,
agar setengahnya lagi tak hanyut.

duabelas jam jarak yang menarik kita ke dalam sebuah hening,

di tengah hiruk pikuk jam makan siang, atau pekatnya kelam malam,
di tengah sujud menjelang fajar, atau pahitnya secangkir kopi sore,
atau tepat pada 12.00 waktu setiap jam digital am/pm.

tak ada layar untuk mengantarkan mata-mata rindu,
tak juga kabel telepon pengirim pesan suara tak sabar ingin berjumpa.

hanya surat dalam botol-botol hati,
dan parit tak bercabang yang mengalir di antaranya : jalur khusus bertukar cerita hari ini.


aku hanya berdoa sepenuh hati agar pada titik manapun di sepanjang parit ini tak ada pusaran waktu yang bisa sesatkan rindu-rindu padamu hari ini, melemparnya ke masa depan, atau ke masa lalu. karena kuyakin kita hanya terpisah setengah lingkar bumi, bukan selompatan masa, 




bukankah begitu?

No comments: