22.3.12

cinta tercacah jadi debu. berserakan di pojokan.
ia bawa matahari ke dalam lika-liku pecahannya. pencarkan putih jadi tujuh kaki pelangi.


bahagia tertukar pedih. menari-nari pada sela-sela rangka hati 
yang menyamar jadi labirin dalam otak. ia buntuti ekor cahaya hingga ke ujungnya. 
mengurai pedih sampai ke pangkal luka.


senyum terpaksa mengubur patahan keping rasa. mengukir ujung-ujung bibir ke atas, 
dengan pahat dari air mata yang membatu. ia pulas dirinya dengan ungu senja yang kesiangan, 
sembunyikan para kelabu yang kekal.

No comments: