25.2.11

konsekuensi.

konsekuensi dari bermimpi itu ada banyak. yang saya ingat saja ya. yang pertama pastinya adalah dengan sendirinya harus berusaha mewujudkannya. yang kedua adalah bersiap-siap dengan sandungan-sandungan kecil, bukan lagi macam "pasti lo nggak bisa!" tapi lebih macam "hah??? ngapain? buat apa?" ya, betul. menurut saya pertanyaan "untuk apa?" sebaiknya hanya digunakan untuk benar-benar bertanya sesuatu itu untuk digunakan sebagai apa, bukan untuk digunakan sebagai pertanyaan retoris. bertanya, bukan mempertanyakan. *oh, kecuali tentunya bapak-bapak dan ibu-ibu guru yang mempunyai kewajiban untuk sering-sering mempertanyakan pemikiran kita, karena maksud mereka adalah menguji konsistensi dan pemahaman kita akan suatu hal.*

tapi, lalu apakah dengan menuliskan paragraf di atas saya lantas yakin seyakin-yakinnya bahwa orang-orang yang mengeluarkan pertanyaan itu adalah orang-orang yang tidak punya mimpi? sayang sekali, saya percaya dan saya yakin mereka juga bermimpi.

lalu kenapa? apakah memang bermimpi, selama itu bukan dilakukan oleh diri sendiri, adalah hal yang aneh?

karena itu saat ini saya memilih untuk menjadi orang lain bagi diri saya sendiri, dan mempertanyakan mimpi saya sendiri dan konsekuensinya.

mimpi itu datang dan pergi. itu betul. sudah sering saya rasakan sendiri. apakah dengan mengatakan begini akan membuat orang lain berpikir saya orang yang plinplan dan tidak punya arah? mimpi kok ganti-ganti, mungkin begitu kira-kira. itu tidak apa-apa. saya pikir setiap orang berhak melakukan penilaian terhadap orang lain, tentunya dengan pemahaman bahwa nilai itu relatif adanya. sedikit banyak bukankah relativitas penilaian orang lain itu yang sadar tidak sadar membuat kita bertransformasi? dan tentu saja, penilaian adalah persepsi, bukan kebenaran.

kembali lagi. mimpi yang datang dan pergi ini mungkin karena mereka punya intuisi. intuisi yang mengatakan pada mereka "dia siap untuk kamu datangi, eh, sekarang dia gamang lagi, kamu pergi saja dulu. nah, sekarang dia sudah kembali mantap, kamu bisa kembali padanya." dan tanpa maksud mengabaikan usaha, saya percaya, sebuah mimpi, jika memang dia ditakdirkan untuk mewujud, maka mewujudlah ia. di sini usaha tidak semata kerja keras "saya sedang mengejar mimpi saya!" tapi lebih pada kebesaran hati untuk ikut berproses, bertransformasi, bersama semesta, yang menjadikan diri sebagai sebuah magnet yang semakin kuat, yang pada akhirnya akan kembali lagi menarik semua mimpi yang pernah terlupakan. dan dengan sendirinya akan diikuti pula oleh satu perasaan kuat "(kali ini) mimpi ini akan saya wujudkan."

mungkin catatan ini sedikit berlebihan, mengingat belum ada satupun mimpi besar yang sudah terwujud saat ini. tapi saya tidak putus asa. beberapa dari mimpi-mimpi besar tersebut saya biarkan hilang beberapa waktu yang lalu seiring dengan kerasnya pertanyaan "untuk apa?" retoris yang keras saya ajukan pada diri saya sendiri. pertanyaan itu masih ada. sampai sekarang. dan saya yakin tidak akan pernah hilang. hanya saja kali ini (rasa-rasanya) saya punya jawabannya :

"untuk menjadi diri saya yang telah digariskan oleh sang sumber mimpi."

mimpi itu (buat saya) adalah titipan, seperti halnya harta, ilmu, keluarga, sahabat, juga nyawa. harus dijaga baik-baik, dengan cara yang menurut kita baik, salah satunya, mungkin, adalah dengan membuatnya mewujud pada waktu yang tepat.

akhirnya, tetap, bermimpi itu berarti juga menerima konsekuensinya. yang pertama, tentu saja, memberinya kesempatan untuk mewujud. dan yang kedua... *saya berubah pikiran, konsekuensi dari bermimpi cukup satu saja : memberinya kesempatan untuk mewujud*


. . .
tidak sabar menunggu waktu beberapa tahun ke depan. berbincang di bawah plang the 5th avenue bersama seorang sahabat baik, masing-masing dengan segelas take-away coffee di tangan, dan tentunya dengan pasangan kita masing-masing ya Tiez ;) 1 tahun? 2 tahun? 5 tahun? 10 tahun? just be it :)

1 comment:

Titis said...

merealisasikan mimpi-mimpi indah itu kadang memang gak selalu seperti rencana kita ya? it happened to you, it happened to me :) but hey, don't stop dreaming, would you ;)

I still want that 5th Avenue. I want to feel that feeling in my dream, a great feeling finally "there". First thing first, I'll see you next year in Europe wid :) Doakan semoga dapet kerja disana :D And I would be very happy to pick you up in the airport ;)