30.6.11

Hari ini seorang teman di salah satu situs jejaring sosial memasang status seperti ini :

Did you know that when people appear in your dreams, it's because that person wants to see you.
-TIME magazine-


. . .

Kira-kira, boleh tidak ya (sekali-sekali) saya merasa hal tersebut benar? :)

29.6.11

semata penggalan isi kepala :

"menulis untuk dibagi memang (mungkin) harusnya yang baik-baik saja. namun saat (rasanya) apa yang harus tertumpah adalah bukan yang baik-baik, harus bagaimana? sementara mata membenci luar biasa bahkan sekedar sinisme. apalagi selaput tipis antara kritik dan cela. 

seyakin itukah akan isi kepala telah sanggup membedakan keduanya?

memang betul. diam itu emas. kristal mungkin kalau boleh saya menggantinya. namun tidak begitu kata zaman. 'bicaralah apa yang ada di pikirmu!' begitu katanya.

dan semua orang pun (lalu) sibuk berbicara. apa saja. termasuk (mungkin) yang sebenarnya tidak (benar-benar) ada di pikiran mereka. sekedar membuat riuh. 


sesuka mereka. 



dan (lalu akhirnya berbalas) juga sesuka saya."

28.6.11

at times, it's just i'm in no speed to catch all the glimpse of life outside mine. yes, am basically a total self-centered and highly egocentric. most people said that's just like being a human. 


yet it's not okay. at least for me it is. 


in that case, i'd love to take all what they've said, both if it's said directly towards me or even if it's done behind me, those are caused by what they'd seen in me as a result of me not being able to control what is suppose to be available (in me) for others to see.

26.6.11

"please forgive me, 
for i just want to keep what i really feel like to keep, 
and throw what i really feel like to throw... 

you thought i was a keeper? 
please do think again"

24.6.11

midnight.

by Adhitia Sofyan


Here today gone tomorrow
Washed away all my sorrow
There will be a time when I will come and find you again.

Leave the light on your window
I just might try to follow
There will be a time when I will finally find you

But midnight close my eyes I’m tired I’m fading
I am only human, Searching
Places I wont go where your name are written
We’re all only human, faking

Stay a while fill my hollow
Till the sky turns to yellow
There will be a time when I will come and find you again.

See the time has gone too narrow
They’ll be things you can’t borrow
There will be the day when I will finally find you

. . .

Saya suka sekali lagu ini. Suka. Suka. Suka. Sekali.
tidakkah ada bosan membuntutimu seperti hantu? 
jika kutahu di mana kamu saat ini, ingin rasanya aku terbang menujumu, dan memancangkan papan "milikku, jangan diganggu" di dekatmu. 

tapi kamu tahu, jika betul saat ini aku tahu di mana kamu, tidakkah masa yang di depan itu akan menjadi sesuatu yang ganjil bagi kita berdua nanti? tidakkah penuh janjinya mempertemukan kita hanya pada saat di mana kita sama-sama mengetahui "sekarang"-lah saat itu? tidakkah dengan demikian berakhir segala yang belum bermula?

baiklah, kutiupkan berpeluk-peluk sabar untukmu (juga untukku) dan rindu tanpa nama yang tak cukup tertampung di setiap denyut penghantar kehidupan. lewat semesta, yang (bertutur ia) pada masanya akan membawa kita ke satu tempat yang sama. 

ada harap cemas tempat itu adalah di antara mars juga jupiter. karena ingatanku bilang, dulu, sebelum masa (lagi-lagi) membawa kita ke satu tempat di antara mars dan venus, di sanalah kita untuk (benar-benar) pertama kalinya bertemu. tidakkah begitu?

baiklah, bersama titipan ini, kuselipkan pesan singkat untukmu :
"mari, sayang, kita berandai-andai tidak ada masa, fana maupun baka. sudahkah? lalu dengarlah, tidakkah ada lagi ia yang bertanya-tanya : kapan Tuhan, kapankah akan kami bertemu?"

. . . 

sebuah catatan yang berputar di kepala segera setelah sepuluh bab pertama "Tuhan dan Hal-Hal yang Tak Selesai" karya Goenawan Mohamad. 

23.6.11

denyut.

penanda kehidupan. penanda masa. penanda luka.

adalah seumpama kehidupan,
di mana riak bercampur dengan dentum, juga sesekali dengan ketiadaan.

adalah serupa masa,
yang melenggang tak kenal sekat, yang biarkan manusia menyebut-nyebutnya sebagai perlambang awal juga akhir.

adalah semata luka,
sebuah cermin seada-adanya dari jantung, atau labirin dalam otak yang sibuk membikin jalan buntu bagi pikir.

. . .

penanda hatikah ia?
bongkahan yang dielu-elukan bangsa manusia,
namun tak lalu mereka dengar suara yang keluar darinya.

ialah denyut itu.

kini, kau tahu tentang rasa,
jangan sekali kaujadikan ia penanda.

damar dan sesal.

pada deretan damar, dalam malam
ada tersimpan keluh yang terlempar di masa akhir belasan
sepuluh tahun lalu.

malam, membungkus langkah bimbang, dengan tetap sama :
gelap, menakutkan,
juga selalu dengan janji bahwa pagi akan datang dalam hitungan jari.

damar, adakah dia menua?
saat menemani ingatan yang berlalu-lalang pada masa lewat di sampingnya.
tidakkan hitungan umurnya pun berjalan mundur?

.

pada deretan damar, menjelang pagi
ada bergema, asa yang terjaga di awal sebuah masa,
lalu, kini dan nanti.

. . .

dan dimanakah jiwa muda manakala ia seharusnya berjalan dengan langkah yang kini tersebut sebagai "seharusnya begitu sewaktu muda dulu"?
ia meringkuk di pojokan, sibuk meracuni dirinya dengan "terlalu tua aku untuk semua ini"


maka benarlah, bahwa penyesalan tidak pernah tepat waktu. 
akankah kau berdamai dengannya, dengan sedikit memaksa untuknya tidak (sekali-sekali) datang kembali? atau akankah kau tersenyum masam, membiarkannya melenggang memasuki hidupmu dan berdiam di sana, dan kamu menyibukkan dirimu dengan merutuk?

21.6.11

berhenti.

ada ambang batas yang sedang berayun,
membaca jemari yang menggapai udara, lalu berayun, lagi, menjauhinya.

ada ambang batas yang berhenti bicara,
karena kata yang meruah, tidak menghentikannya dari semakin mendekat.

ada ambang batas,
yang berlindung di baliknya adalah kata berhenti.


ada ambang batas,
yang lengkungnya membentuk pintu, yang ingin sangat aku terjang.

ada ambang batas,
yang apalah ia suatu ujung akhir atau sekedar rintangan, sudahlah ditentukan oleh sang maha perencana.


jika ia berkehendak, maka kata berhenti bukanlah bagi ambang batas untuk menanggungnya.

19.6.11

untuk bapak tercinta.
dan semua ayah hebat di dunia.


Happy Father's Day!