2.9.11

27 | kereta.

rasa itu tumbuh pelan, 
dan stagnan seperti laju kereta saat awal ia meluncur tinggalkan stasiun. 

hingga lewat satu titik henti, entah di mana 
dengan plang nama tertutup malam. ia lalu melaju sekencang-kencangnya, 

tak terhentikan. dan saat di ujung nanti, 
ada hangat yang menyelubungi. 


kiranya rasa pun punya perjalanan bak kereta : ada berangkat, ada pulang.

No comments: