I am quite agree with statement that tells us to be good friends with our emotion so we could always later control it. One of the effort, is to get to know what do you like or dislike whenever you feel like having a bad day.
Mine? I hate it if on my bad days people were not being sensible enough not to do things extraordinarily stupid.
It's exactly like what just has happened by the end of day.
And to make it worst, in that case, I didn't have any chance to say that I don't like what that certain person has done. I just can't say it. Further, the thing is, it is not something that is unforgivably wrong. It's just me who feel that it's just not right either.
In the end, bad days happened to almost everyone. If others couldn't please me by being sensible enough toward how I really felt, then it's my part for being sensible enough not to take things to heart easily.
.
Tapi, tolong atuhlah, yang namanya bercanda juga bisalah dipilih-pilih. Kapan-kapan saya mau membuat pelatihan tentang bagaimana membedakan antara dinding dan kotak surat, juga antara bercerita dengan utuh dan bercerita dengan sepotong-sepotong (apalagi kalau motongnya di bagian yang nggak banget deh).
.
Maaf, ini adalah edisi rada emosi yang mana semua tulisan di atas dibuat tanpa mikir. *loh*
31.3.11
29.3.11
28 #19
Why didn't you trust them to trust others?
Was it because you didn't brave enough to help them
heal their wounded heart caused by broken promises?
Why didn't you let them share things with others?
Was it because you didn't want to see them
not getting anything in return?
...if so, why then you don't just give yourself a second chance
to see them grow properly?
You deserve one.
Yet, more than anything, they deserve to fly with their own wings.
.
.
.
"Your children are not your children.
They are the sons and daughters of Life's longing for itself.
They come through you but not from you,
And though they are with you yet they belong not to you."
--- On Children (Kahlil Gibran)
27.3.11
half of my heart - john mayer
ini untuknya,
...laki-laki, yang sampai hari ini, ternyata masih menjadi laki-laki paling ganteng sedunia :)
ruang :
constellation,
duapuluhtujuh,
music,
personal
28 #18
adalah penjaga langit yang setia.
kesendiriannya di angkasa, benteng batu dengan kawat berduri.
lalu ada perempuan delapanbelas tahun
tangan kaku tak terangkat
kesendiriannya di angkasa, benteng batu dengan kawat berduri.
lalu ada perempuan delapanbelas tahun
yang ingin menjadi sang putri,
hanya bisa berdiri di depan pintu gerbang kayu tebal dan kokoh.
tangan kaku tak terangkat
pun untuk sekedar mengetuk,
pertanda rasa terlalu dini mengalah pada punggung yang membalik dan menjauh
pertanda rasa terlalu dini mengalah pada punggung yang membalik dan menjauh
membawa habis keberanian, tanpa menyisakan sepenggalpun bayang.
sang perempuan sekali lagi hanya bisa tertegun,
sang perempuan sekali lagi hanya bisa tertegun,
lalu berbalik arah,
melangkah pelan,
sambil tak pernah berhenti menengok ke belakang :
sambil tak pernah berhenti menengok ke belakang :
"mungkin sepuluh tahun lagi, kalau aku sudah jadi putri, aku akan kembali lagi"
ruang :
constellation,
duapuluhtujuh,
personal,
sketsa suara
28 #17
To forgive and to forget, are total different matters.
Choose, at the very least, one.
p.s. : If at some cases it must be the latter, then please not to do it as an escape.
Choose, at the very least, one.
p.s. : If at some cases it must be the latter, then please not to do it as an escape.
28 #16
...and what is life without any risk at all?
But, please, be sure not to be mistaken between taking risk and being simply super stupid to the maximum!
Remember, if not a crime, suicide is a sin. A big one. The biggest one.
But, please, be sure not to be mistaken between taking risk and being simply super stupid to the maximum!
Remember, if not a crime, suicide is a sin. A big one. The biggest one.
25.3.11
.
Tuhan,
Maafkanlah saya yang lemah dan tidak bisa apa-apa ini. Maafkanlah kakunya lidah dan beratnya tangan serta kaki di kala seharusnya mereka menjalankan tugas yang lebih dari sekadar bertanggung jawab pada diri sendiri. Engkaulah yang memberikan nikmat. Engkau pula yang memberikan teguran. Dengan cara, dengan jalan yang telah hanya Engkau tentukan.
Berikanlah keberanian yang sebesar-besarnya pada hati saya untuk bergerak pada yang baik. Berikanlah saya kekuatan pula untuk menyerahkan apapun sebagai penggantinya.
Sungguh hanya Engkau Sang Maha Pengampun, dan hanya kepadaMu saya serahkan segala perkara. Dan hanya milikMu segala kebenaran yang ada di langit dan di bumi.
Amiiinnn.
.
:'(
Maafkanlah saya yang lemah dan tidak bisa apa-apa ini. Maafkanlah kakunya lidah dan beratnya tangan serta kaki di kala seharusnya mereka menjalankan tugas yang lebih dari sekadar bertanggung jawab pada diri sendiri. Engkaulah yang memberikan nikmat. Engkau pula yang memberikan teguran. Dengan cara, dengan jalan yang telah hanya Engkau tentukan.
Berikanlah keberanian yang sebesar-besarnya pada hati saya untuk bergerak pada yang baik. Berikanlah saya kekuatan pula untuk menyerahkan apapun sebagai penggantinya.
Sungguh hanya Engkau Sang Maha Pengampun, dan hanya kepadaMu saya serahkan segala perkara. Dan hanya milikMu segala kebenaran yang ada di langit dan di bumi.
Amiiinnn.
.
:'(
22.3.11
28 #15
to avoid seeing you in a dream, i’ll do whatever it takes, even if it means that i have to stay all night
.
.
.
the music makes my heart aches, maybe that's among what Rachmaninov once felt,
it reminds me of how it took countless time to fall, yet it also took the exact same amount to break
.
.
but if it was you,
.
i'd love to take no limit.
.
unfortunately, it wasn't you.
indeed, it was never you.
limit does exist
21.3.11
28 #14
Tadi malam aku bermimpi memelukmu.
Kita sedang berada di daratan yang sama rupanya.
Jarak memendek.
Nafas mendekat.
Rindu tertumpah.
Hati berdebar.
Dan senyum yang sama tersungging.
Betul. Aku rindu padamu. Selalu.
. . .
Tapi, saat terjaga, kenyataan pun berbisik,
bahwa jarak tetap membentang, panjang,
bahwa nafas tetap jauh, dan masih milik masing-masing,
bahwa rindu tetap tertahan, dan siap meledak lewat tangis...
bahwa hati tak pernah benar-benar berhenti berdebar dengan selipan harap, walau hanya setitik,
dan senyum yang sama, juga tetap tersungging, di sini dan di sana.
. . .
(Rupanya) aku (masih) rindu padamu.
Kita sedang berada di daratan yang sama rupanya.
Jarak memendek.
Nafas mendekat.
Rindu tertumpah.
Hati berdebar.
Dan senyum yang sama tersungging.
Betul. Aku rindu padamu. Selalu.
. . .
Tapi, saat terjaga, kenyataan pun berbisik,
bahwa jarak tetap membentang, panjang,
bahwa nafas tetap jauh, dan masih milik masing-masing,
bahwa rindu tetap tertahan, dan siap meledak lewat tangis...
bahwa hati tak pernah benar-benar berhenti berdebar dengan selipan harap, walau hanya setitik,
dan senyum yang sama, juga tetap tersungging, di sini dan di sana.
. . .
(Rupanya) aku (masih) rindu padamu.
20.3.11
28 #13
“Books are for people who wish they were somewhere else.”
.
And somewhere here means both space and time.
| — | Mark Twain |
.
And somewhere here means both space and time.
Subscribe to:
Posts (Atom)