mungkin perempuan dalam kepalaku sedang jatuh rindu.
pada kelebat jejak langkah laki-laki,
yang mulai beranjak dari sudutnya.
laki-laki yang menari bersama debu :
pencinta sejati hari ini.
mungkin perempuan dalam hatiku pun ikut berdebar,
dan tangan-tangan penuh ragu,
tanpa kuasa menahan kaki-kaki yang pasti menurut pada angin.
kaki-kaki yang dulu terjulur di samping,
sambil bersama menyimak sepi.
tidakkah cerita yang bertukar lewat jalinan hening
adalah rumah bagi pejalan seperti aku dan dia?
biarlah perempun dan laki-laki dalam kami
yang mengeja akhir cerita nanti.
Showing posts with label #hujan. Show all posts
Showing posts with label #hujan. Show all posts
27.11.15
10.2.14
separuh jarak.
hujan, bukan melulu tentang memberi jalan pada air-air
yang bersesak-sesak pulang pada tanah.
tanah :
rumah mereka yang mungkin ada yang masih, yang mungkin ada yang sudah
hujan, bukan melulu tentang memberi ruang berkumpul pada air-air
yang terakhir melepas rindu satu sama lain pada langit yang tak lagi biru.
biru :
tanah kelana yang lama-lama menjadi kelabu
'
hujan, sekali waktu adalah tentang jarak,
tentang sebuah antara :
pergi dan kembali.
pergi dan kembali.
hujan yang riang, menempuh sepenuh jarak dengan berlari lurus.
hujan yang marah, menempuh sepenuh jarak dengan berlari berputar.
hujan yang sedih, menempuh sepenuh jarak dengan menyeret langkah.
hujan yang gundah, menempuh jarak hanya separuh.
''
hujan, bukan melulu tentang jarak
yang harus ditempuh, penuh atau juga separuh.
hujan, sekali waktu adalah tentang jarak
yang harus dimulai, tentang sebuah jeda :
tentang sebuah koma.
Subscribe to:
Posts (Atom)