4.5.11

sembilan.

untuk matahari yang setia menanti,
malam tak pernah bosan memeluk jiwa-jiwa kesepian

bukan dari riuh lampu seluruh penjuru kota
bukan dari belantara tanya yang tak putus-putus

.

sepi tak pernah memlih tempat berjejak,
ia datang, datang saja

ketakutan pada malam,
bukan karena gelap, namun karena semesta yang tak berpenjaga.

ketenangan pada pagi,
bukan karena kota mulai berbincang, namun karena matahari yang memasang tombak berpanah dua
hingga mata akhirnya berani terlelap.

.

tapi jiwa yang kesepian adalah sepanjang masa,
tak kenal hitungan waktu, pagi ataupun malam
tak kenal konstelasi apalagi matahari
tak peduli apakah dalam satu putaran minggu, malam memeluknya tujuh atau sembilan kali.

No comments: