- April 2015 -
22.4.15
20.4.15
15.4.15
rebah.
aku (kembali) bertanya,
kali ini bukan kepada senja - jawabnya pernah menjadi sebuah cukup -
tapi kepada hati.
yang gelisahnya terpelihara,
dulu dengan bercangkir kopi hitam
kini dengan segelas cokelat panas.
begini : "apakah masih kamu mencari?"
tak berjawab. (ah, tapi dulu pun senja baru menjawab pada panggilan ketiga)
lagi : "apakah masih kamu menunggu?"
tak berjawab. (ya, ini masih panggilan kedua)
sekali lagi : "apakah masih kamu berlari kencang di tempat?"
pun masih ia diam. (baiklah, ini sudah yang ketiga)
aku pun (lagi) bertanya,
tetap kepada hati - karena hanya dia yang bisa menjawabnya -
"apakah masih kamu ingin sembunyi?"
dan pelan,
ia rebah.
ke pangkuan rasa yang berakar pada pemiliknya.
kali ini bukan kepada senja - jawabnya pernah menjadi sebuah cukup -
tapi kepada hati.
yang gelisahnya terpelihara,
dulu dengan bercangkir kopi hitam
kini dengan segelas cokelat panas.
begini : "apakah masih kamu mencari?"
tak berjawab. (ah, tapi dulu pun senja baru menjawab pada panggilan ketiga)
lagi : "apakah masih kamu menunggu?"
tak berjawab. (ya, ini masih panggilan kedua)
sekali lagi : "apakah masih kamu berlari kencang di tempat?"
pun masih ia diam. (baiklah, ini sudah yang ketiga)
aku pun (lagi) bertanya,
tetap kepada hati - karena hanya dia yang bisa menjawabnya -
"apakah masih kamu ingin sembunyi?"
dan pelan,
ia rebah.
ke pangkuan rasa yang berakar pada pemiliknya.
10.4.15
32!
dear universe,
i planned, i choose, i decided
yet things never went right in line with yours.
so here's the deal :
starting from now, why don't you take over
please do the planning, listing the choices and make the decision.
for me.
just as you wish.
because, you know, people said that your wish is my command.
.
you don't seriously think i'd say that, or do you?
i planned, i choose, i decided
yet things never went right in line with yours.
so here's the deal :
starting from now, why don't you take over
please do the planning, listing the choices and make the decision.
for me.
just as you wish.
because, you know, people said that your wish is my command.
.
you don't seriously think i'd say that, or do you?
8.4.15
a day when the light starts to dim.
things i dearly miss :
having a slow morning, a jog a way and a cup of coffee later.
taking a photograph patiently, of sunrises and sunsets, with analog camera and one full roll of bracketing.
anxiously waiting for the pictures to be developed, getting hyped when the colors tone turned well and frowning when i found out that the film didn't roll! that happened.
reading a third-point-of-view book in the corner of a silent small library.
effortlessly writing a very personal-muse-driven poetry and sending them all to the universe.
doing things not because i am told that i was good at it. or because it was a cool thing to do. but simply because i love it and i once thought i could not live without it.
fall in love by heart, not mind. yeah, it happened almost all the time with me. weirdly, except on that one time.
solo travelling. oh i miss this one so damn much.
and you, long nights of autumn.
having a slow morning, a jog a way and a cup of coffee later.
taking a photograph patiently, of sunrises and sunsets, with analog camera and one full roll of bracketing.
anxiously waiting for the pictures to be developed, getting hyped when the colors tone turned well and frowning when i found out that the film didn't roll! that happened.
reading a third-point-of-view book in the corner of a silent small library.
effortlessly writing a very personal-muse-driven poetry and sending them all to the universe.
doing things not because i am told that i was good at it. or because it was a cool thing to do. but simply because i love it and i once thought i could not live without it.
fall in love by heart, not mind. yeah, it happened almost all the time with me. weirdly, except on that one time.
solo travelling. oh i miss this one so damn much.
and you, long nights of autumn.
31.3.15
.april
karena apa adanya nafas yang masih berhembus,
dan tangan yang meragu untuk menitik
adalah sebuah rindu tertahan
akan untaian dari hati,
yang lalu berlilit, berkelit, mencari jalan
untuk pulang kembali hanya kepada hati.
april di ujung musim,
akan datang, akan menari bersama, dan akan kembali berlalu.
sebuah simpul, sebuah jeda, sebuah perhentian sesaat :
tak pernah awal dan tak pernah akhir.
selama hujan masih menirai,
dan tanah masih mewangi,
april akan melambai perlahan
dengan senyum merekah dan payung merah di tangan kanan.
31 maret.
hujan bulan maret,
halangi lalu lalang cerita
dari kuping ke kuping.
mendung pekat,
payungi hati yang penuh tanya
akan sebilang resah yang tumbuh dari tanah.
deras cerita pukul sembilan,
riuh warnai lembar hitam tanpa batas
dari langit kembali ke langit.
ia yang memetik rindu di ujung hari,
menyambung rasa
dari hati ke hati.
halangi lalu lalang cerita
dari kuping ke kuping.
mendung pekat,
payungi hati yang penuh tanya
akan sebilang resah yang tumbuh dari tanah.
deras cerita pukul sembilan,
riuh warnai lembar hitam tanpa batas
dari langit kembali ke langit.
ia yang memetik rindu di ujung hari,
menyambung rasa
dari hati ke hati.
14.3.15
laki-laki peneduh (2)
seperti bukit di hari yang baru terbangun,
menguap pelan-pelan,
mempersiapkan bibir untuk memberikan senyuman :
semacam penenang untuk hati tak bertuan.
menguap pelan-pelan,
mempersiapkan bibir untuk memberikan senyuman :
semacam penenang untuk hati tak bertuan.
9.3.15
laki-laki peneduh (1)
dia mengingat-ingat :
tentang lelaki impiannya,yang tergambar jelas di depan muka tigabelas tahun silam.
sebuah sosok yang tegap dalam bimbangnya,
dan bayang-bayang yang datang dan pergi : meragu ia pada sebuah rencana.
dia mengingat-ingat :
tentang anak perempuan dambaannya, yang namanya terpatri sejak usia empat belas.
sebuah sosok yang teguh dalam setiap lintasnya,
dan senyum yang terekam abadi : berserah ia pada serangkai ketetapan.
tentang lelaki impiannya,yang tergambar jelas di depan muka tigabelas tahun silam.
sebuah sosok yang tegap dalam bimbangnya,
dan bayang-bayang yang datang dan pergi : meragu ia pada sebuah rencana.
dia mengingat-ingat :
tentang anak perempuan dambaannya, yang namanya terpatri sejak usia empat belas.
sebuah sosok yang teguh dalam setiap lintasnya,
dan senyum yang terekam abadi : berserah ia pada serangkai ketetapan.
Subscribe to:
Posts (Atom)