hari ini Indonesia memilih.
ya Tuhan kami,
berikanlah yang terbaik bagi bangsa ini.
seorang pemimpin yang layak kami dapatkan,
seorang pemimpin yang bisa mengajari kami dengan baik tentang demokrasi,
juga yang bisa membuat kami menyadari segala hal yang harus dibayar demi sebuah pilihan yang dibuat.
pemimpin tidak lahir, ia dibentuk.
ia datang dengan keberanian yang bukan milik setiap orang.
maka lapangkanlah kami akan hasil terbaik menurutMu,
siapa yang kepadanya negeri ini akan dititipkan.
ya Tuhan kami,
lindungilah Indonesia.
dan izinkanlah kami menjadi bangsa yang dewasa
lewat langkah yang tertatih, dalam kesalahan juga mungkin kekalahan,
serta keberanian yang selalu lebih satu untuk menerima dan berdiri kembali.
demi merah putih yang berkibar utuh.
. . .
ya Tuhanku,
untuk sebuah Indonesia,
yang pada tanahnya jiwa tertanam, yang airnya mengalir jernih membasuh raga,
syukur hanya ke hadirat-Mu.
Showing posts with label INDONESIA. Show all posts
Showing posts with label INDONESIA. Show all posts
28.10.11
sumpah pemuda.
janji adalah kapsul waktu yang mengubur jabat erat tangan-tangan hangat
di dalam bumi yang mengusang bersama zaman
ketika roda waktu bergulir dengan langit yang berganti-ganti warna,
janji adalah pemeluk rasa percaya bahwa matahari itu adalah pasti
selamat hari Sumpah Pemuda, Indonesia!
mari sama-sama mengingat untuk selalu membawa tanah air, bangsa dan bahasa Indonesia
di dalam setiap tetes darah dan keringat bernama karya,
pada belahan bumi manapun, pada rentang waktu kapanpun
karena jarak dan waktu bukan alasan untuk melupakan selembar janji,
selama ia masih terkandung oleh pertiwi.
di dalam bumi yang mengusang bersama zaman
ketika roda waktu bergulir dengan langit yang berganti-ganti warna,
janji adalah pemeluk rasa percaya bahwa matahari itu adalah pasti
selamat hari Sumpah Pemuda, Indonesia!
mari sama-sama mengingat untuk selalu membawa tanah air, bangsa dan bahasa Indonesia
di dalam setiap tetes darah dan keringat bernama karya,
pada belahan bumi manapun, pada rentang waktu kapanpun
karena jarak dan waktu bukan alasan untuk melupakan selembar janji,
selama ia masih terkandung oleh pertiwi.
17.8.11
17 | 17.
[1]
dirgahayu, pertiwi
semoga senantiasa bersabar memayungi anak-anakmu
adalah tempatku berlindung di hari tua, hingga akhir nanti menutup mata
di mana janji tidak dibangun dengan kata-kata,
dan bakti bukan semata rencana apalagi keinginan lalu.
dan tolong tampar aku, pertiwi
jika ada masanya (nanti) aku (mungkin) memalingkan diri darimu.
[2]
bacalah. dengan menyebut nama tuhanmu.
bacalah.
dengan matamu melekat pada semesta,
dan telingamu erat pada segala pertanda,
bacalah.
dengan kejernihan pikir,
kelapangan jiwa,
dan kebesaran hati.
bacalah.
dan merdekalah dari segala ketidaktahuan yang mengungkung.
dirgahayu, pertiwi
semoga senantiasa bersabar memayungi anak-anakmu
adalah tempatku berlindung di hari tua, hingga akhir nanti menutup mata
di mana janji tidak dibangun dengan kata-kata,
dan bakti bukan semata rencana apalagi keinginan lalu.
dan tolong tampar aku, pertiwi
jika ada masanya (nanti) aku (mungkin) memalingkan diri darimu.
[2]
bacalah. dengan menyebut nama tuhanmu.
bacalah.
dengan matamu melekat pada semesta,
dan telingamu erat pada segala pertanda,
bacalah.
dengan kejernihan pikir,
kelapangan jiwa,
dan kebesaran hati.
bacalah.
dan merdekalah dari segala ketidaktahuan yang mengungkung.
Subscribe to:
Posts (Atom)