23.6.11

damar dan sesal.

pada deretan damar, dalam malam
ada tersimpan keluh yang terlempar di masa akhir belasan
sepuluh tahun lalu.

malam, membungkus langkah bimbang, dengan tetap sama :
gelap, menakutkan,
juga selalu dengan janji bahwa pagi akan datang dalam hitungan jari.

damar, adakah dia menua?
saat menemani ingatan yang berlalu-lalang pada masa lewat di sampingnya.
tidakkan hitungan umurnya pun berjalan mundur?

.

pada deretan damar, menjelang pagi
ada bergema, asa yang terjaga di awal sebuah masa,
lalu, kini dan nanti.

. . .

dan dimanakah jiwa muda manakala ia seharusnya berjalan dengan langkah yang kini tersebut sebagai "seharusnya begitu sewaktu muda dulu"?
ia meringkuk di pojokan, sibuk meracuni dirinya dengan "terlalu tua aku untuk semua ini"


maka benarlah, bahwa penyesalan tidak pernah tepat waktu. 
akankah kau berdamai dengannya, dengan sedikit memaksa untuknya tidak (sekali-sekali) datang kembali? atau akankah kau tersenyum masam, membiarkannya melenggang memasuki hidupmu dan berdiam di sana, dan kamu menyibukkan dirimu dengan merutuk?

21.6.11

berhenti.

ada ambang batas yang sedang berayun,
membaca jemari yang menggapai udara, lalu berayun, lagi, menjauhinya.

ada ambang batas yang berhenti bicara,
karena kata yang meruah, tidak menghentikannya dari semakin mendekat.

ada ambang batas,
yang berlindung di baliknya adalah kata berhenti.


ada ambang batas,
yang lengkungnya membentuk pintu, yang ingin sangat aku terjang.

ada ambang batas,
yang apalah ia suatu ujung akhir atau sekedar rintangan, sudahlah ditentukan oleh sang maha perencana.


jika ia berkehendak, maka kata berhenti bukanlah bagi ambang batas untuk menanggungnya.

19.6.11

untuk bapak tercinta.
dan semua ayah hebat di dunia.


Happy Father's Day!



18.6.11

say you love me - simply red


one of my most favorite songs. filed under "lullaby".

.
dear stranger, please come anytime but not now, would you?
you know, among the absolute don't(s) when you're (feeling) lonely...

is to fall in love.

17.6.11

the future is scary.

From the last episode of "How I Met Your Mother" - Season 6.


When Robin and Barney tried to stop Ted from getting back together with Zoey.
Robin : "Look, Ted, the future is scary. But you can' just run back to the past because it's familiar. Yes, it's tempting." Barney : "But... it's a mistake." Ted : "You're right."
When Ted was gonna tear down The Arcadian.
Ted : "Hey, new is always better, right?" Barney : "Always."
And remember at the previous episode, when it's finally decided that The Arcadian will be torn down.
Ted to Zoey : "Sometimes... things have to fall apart to make way for better things."
.

Indeed, the future is scary. And the past, no matter how annoying it was, will always be something familiar yet remain being our comfort zone. And, who does not want better things ahead? I bet nobody does. But would they mind letting things fall apart to make the way? 


The future, with better things in it, is not something that will come out from nowhere.

The PhD Movie



Let's finish this thesis! 

Let's (soon) make a proposal for the PhD program I desire! 
(yea, there's already one or two on your my box, there I admit it ;p)
(of course while waiting some other proposal to be popped out *rolling eyes*)

.
ps 1 : dear me, you will definitely finish your thesis, but not if you kept torturing your own focus.
and not as long as you didn't stop coming on your own way.
ps 2 : actually i'm not really a fan of the phd comics, but sometimes it gave annoying truth, which i hated to admit, but however was damn true, just like what this movie said :

PILED HIGHER and DEEPER

16.6.11

"hidup itu bukan tesis. tidak perlu itu tipologi, preseden dan skala, apalagi komparasi." *pret* 




-- setelah tesis ini selesai saya nggak mau lagi melihat layar laptop penuh file-file terbuka yang belum selesai...di dalam mimpi *bahkan dalam mimpi pun si tesis harus selalu isi presensi, setiap malam* *jeduk* -- 

"dengan (sekedar) permainan jemari yang hadir lewat adukan aksara tak berima dalam kepala, sungguh bukan maksudku mengelabui hatimu. karena rasa dan canda itu adalah seperti dua sisi pada keping mata uang.

dan tak pernah aku bermain-main dengan rasa. tidak dulu. tidak sekarang. tidak nanti.

jika ada yang terbaca oleh dua dari kita sebagai gurau, maka mungkin itu adalah karena suasana jenaka yang terbangun tidak pada tempatnya."



-- pokoknya-nanti-setelah-tesis-harus-belajar-menulis (lagi) --
air mata itu adalah seumpama aib. semakin disimpan (dari orang lain) semakin baik.


-- perempuan-sangat-cengeng-yang-akhir-akhir-ini-semakin-sering-berairmata-terutama-sekali-karena-sebuah-tesis-beserta-buntut-buntutnya --

gerhana.

adalah serupa rasa tak berpemilik yang merona lewat merah jambu bulan pada suatu malam. ia yang menunggu bayang-bayang bumi berkelebat menyembunyikan rona malu-malu yang datang tiba-tiba. padahal angkasa pun (mungkin) tak peduli, teralihkan oleh arakan awan yang tak pernah coba diusirnya.

maka biarkanlah ia yang seumpama rasa tadi tetap tak berpemilik. saat bulan baru maupun purnama, maupun antara keduanya. yang tak ada bayang-bayang bumi. hingga sepenuhnya ia (selalu) adalah matahari bagi langit malam.