Showing posts with label sagittarius. Show all posts
Showing posts with label sagittarius. Show all posts

26.11.12

[notes] just like seasons...

dreams do change
and so do hearts...

...that's why there's something called commitment.

if you're afraid of it, might as well you're afraid of change,
at the second layer you might be even too scared to dream and to love.

.


(somewhere under the rain, somewhere under the change of heart and dream)

24.11.12

waktu hujan.

aku suka waktu hujan

mereka adalah tirai bagi rinai air mata
mereka adalah pembenar bagi lumpur pada sela-sela jari kaki
mereka adalah pendengar yang ribut berebut memasang kupingnya pada sekujur badan
mereka adalah penepuk pundak yang selalu tahu kapan harus deras kapan harus gerimis
mereka adalah penanda bagi seribu tanda yang turun pada detik-detik terpilih di bawah awan kelabu


aku suka waktu hujan

mereka adalah pembungkus patahan-patahan hati yang tersamar pinus
mereka adalah pengetuk laci-laci ingatan yang berkarat
mereka adalah pembuka pintu setiap mula yang baru, yang seberat dinding batu
mereka adalah lagu selamat datang untuk setiap niat
mereka adalah tinta untuk setiap lembar cerita dari masa depan


aku suka waktu hujan

waktu yang, katanya, adalah waktu aku akan bertemu kau
di suatu november, di suatu kala yang deras, 
di satu kotak pasir yang tetap kering

rupa-rupanya, dijaganya ia, untuk aku dan kau kencang berpijak sebelum saling terjatuh


aku suka waktu hujan.
kuharap kau pun suka pada mereka.



:)

9.12.11

/rindu

ksatria,

apa kamu tahu rindu yang hidup?
/seperti rasa yang dulu untukmu

lalu, apa kamu tahu rindu yang mati?
/seperti rasa yang saat ini, yang (mungkin) masih juga untukmu.



jika sekedar rindu, tanpa harus ada waktu, kamu tahu?
\jika tahu, tolong beritahu aku,


lewat dinginnya musim kering pun tak mengapa.

20.4.11

sepenggal masa depan [1]

jam duabelas malam datang terlalu cepat.

dengan hidung yang memerah,
pening yang tak mau hilang,
juga suhu badan yang sedikit lebih tinggi dari biasanya.

dan tentu saja udara malam yang dingin tidak seperti kemarin,
serta batas dimensi nyata dan maya yang menjadi setipis helai rambut.

kesepian itu, bukan ditinggal sendiri di dalam satu ruang kosong.
kesepian itu, adalah saat badan berteriak sakit dan satu-satunya penopang kepala hanyalah kedua tangan milik sendiri.

kamu lihat?

kita berdua sama-sama manusia kesepian, yang sama-sama punya dunia sendiri untuk dihidupkan ceritanya.
tidak bisa kita mencinta dengan sempurna.

. . . . . . .
sepotong cerita dari penggalan masa depan,
tentang aku, dan tentang dia.