every now and then, i always promised myself
not to be in love,
of which the "i miss you" is too hurtful to say.
nonetheless those're just words.
a kind of
melted ice, evaporated water, sublimed steam.
i dare not say it a 'too late',
i dare to say it a 'not that mature enough'.
"i miss you" is like a signed-out messenger,
a terminated telepathy.
yet, a prerequisite to a love letter.
talk about now,
i'm about to promise myself
to fall in love,
this time to a kind of which the "i miss you" would bleed my heart out until its last drop
so then i would had only emptiness as an "i love you".
i miss you.
Showing posts with label Blue. Show all posts
Showing posts with label Blue. Show all posts
28.4.14
10 | currency converter.
"people speaks of love holding different values of their life. there's no definite currency, nor a real fair trade when it's something related to feelings. the converter is presumptions with highly subjectivity. the only thing to trust is self honesty, and the courage to admit."
26.4.14
11 | jealousy, an inconsistency on pretending.
jealousy is like,
a pinch in a heart
a cancelled rain, leaving an early humidity.
it's like,
negating the 'no it's not you'
confirming the 'i actually into you'.
it's nowhere near love,
nothing like a future.
it's a time capsule for a later regret,
which is opened just in time.
a pinch in a heart
a cancelled rain, leaving an early humidity.
it's like,
negating the 'no it's not you'
confirming the 'i actually into you'.
it's nowhere near love,
nothing like a future.
it's a time capsule for a later regret,
which is opened just in time.
26.8.12
pesta topeng.
di sana, mereka membicarakan perjalanan besok lusa
berdebat menentukan tujuan, apakah Venus atau Mars, atau Saturnus
di sini, kita masih menyibukkan diri dengan berbisik-bisik mengenai pesta topeng
kasak-kusuk kepadanya begitu, dan kepadanya yang lain begini
karena memaksakan kebohongan.
aku bilang apa yang salah...
...ia memaksa kita menemukan kebenaran,
justru dengan cara tercepat : merasakan sakitnya menahan sesuatu yang sedari awal bukan milik kita.
.
di sana, mereka membicarakan perjalanan besok lusa
berdebat menentukan tujuan, apakah Venus atau Mars, atau Saturnus
(dalam hati masing-masing : "di mana yang terbaik untuk sebuah pesta topeng besar-besaran?")
berdebat menentukan tujuan, apakah Venus atau Mars, atau Saturnus
di sini, kita masih menyibukkan diri dengan berbisik-bisik mengenai pesta topeng
kasak-kusuk kepadanya begitu, dan kepadanya yang lain begini
bahagia mereka tuliskan rapi-rapi setelah angka "1"kamu bilang pesta topeng itu dosa,
tanpa benar mengerti apa-apa di baliknya,
mereka berhenti pada :
tawa tak berkesudahan,
kantong yang selalu berisi,
dan lingkaran yang tertutup sempurna.
karena memaksakan kebohongan.
aku bilang apa yang salah...
...ia memaksa kita menemukan kebenaran,
justru dengan cara tercepat : merasakan sakitnya menahan sesuatu yang sedari awal bukan milik kita.
.
di sana, mereka membicarakan perjalanan besok lusa
berdebat menentukan tujuan, apakah Venus atau Mars, atau Saturnus
(dalam hati masing-masing : "di mana yang terbaik untuk sebuah pesta topeng besar-besaran?")
9.8.12
dear you, ...
"tell me you love me today,
then i'll make you my muse.
you may expect to see yourself on each of my lines, written and said."
well, that's what i've been wishing to tell you.
instead,
i already made you my muse to get over you,
to deal with one heartbreaking unrequited love.
oh, say...
to reflect on that,
i actually no longer feel that it's heartbreaking.
to fall in love alone is indeed some inevitable pain,
yet eventually the lucky ones had experienced it at least once.
hearts those broke are indeed hearts those love with trust.
to end another love letter,
have i told you, dear...
what's part of loving you that i love the most? (isn't this phrase some kind of weird?)
it's seeing your back, while guessing what kind of face were you making...
...and then when you finally turned your face to me,
it's that little happiness of "yay! see...he is smiling! :)"
yes, you, that simple being of in love with you.
ps. : you know i didn't give you nickname not because i'm not comfortable enough to do so, right? it's as simple as that you are in fact too complicated to be called over a single nickname.
ps.2 : well, actually i did consider calling you with a name, the most suitable among those couldn't perfectly catch you, ... no i won't tell. you tell me. you once called yourself that way ;)
ps.3 : i miss you.
. . .
this is a fictional love letter, not just for no one
this' definitely for you. a mysterious heartwarming breeze to my heart.
yes, you, that complicated you :)
then i'll make you my muse.
you may expect to see yourself on each of my lines, written and said."
well, that's what i've been wishing to tell you.
instead,
i already made you my muse to get over you,
to deal with one heartbreaking unrequited love.
oh, say...
to reflect on that,
i actually no longer feel that it's heartbreaking.
to fall in love alone is indeed some inevitable pain,
yet eventually the lucky ones had experienced it at least once.
hearts those broke are indeed hearts those love with trust.
to end another love letter,
have i told you, dear...
what's part of loving you that i love the most? (isn't this phrase some kind of weird?)
it's seeing your back, while guessing what kind of face were you making...
...and then when you finally turned your face to me,
it's that little happiness of "yay! see...he is smiling! :)"
yes, you, that simple being of in love with you.
ps. : you know i didn't give you nickname not because i'm not comfortable enough to do so, right? it's as simple as that you are in fact too complicated to be called over a single nickname.
ps.2 : well, actually i did consider calling you with a name, the most suitable among those couldn't perfectly catch you, ... no i won't tell. you tell me. you once called yourself that way ;)
ps.3 : i miss you.
. . .
this is a fictional love letter, not just for no one
this' definitely for you. a mysterious heartwarming breeze to my heart.
yes, you, that complicated you :)
22.3.12
cinta tercacah jadi debu. berserakan di pojokan.
ia bawa matahari ke dalam lika-liku pecahannya. pencarkan putih jadi tujuh kaki pelangi.
bahagia tertukar pedih. menari-nari pada sela-sela rangka hati
yang menyamar jadi labirin dalam otak. ia buntuti ekor cahaya hingga ke ujungnya.
mengurai pedih sampai ke pangkal luka.
senyum terpaksa mengubur patahan keping rasa. mengukir ujung-ujung bibir ke atas,
dengan pahat dari air mata yang membatu. ia pulas dirinya dengan ungu senja yang kesiangan,
sembunyikan para kelabu yang kekal.
ia bawa matahari ke dalam lika-liku pecahannya. pencarkan putih jadi tujuh kaki pelangi.
bahagia tertukar pedih. menari-nari pada sela-sela rangka hati
yang menyamar jadi labirin dalam otak. ia buntuti ekor cahaya hingga ke ujungnya.
mengurai pedih sampai ke pangkal luka.
senyum terpaksa mengubur patahan keping rasa. mengukir ujung-ujung bibir ke atas,
dengan pahat dari air mata yang membatu. ia pulas dirinya dengan ungu senja yang kesiangan,
sembunyikan para kelabu yang kekal.
ruang :
Blue,
catatanpendek,
duapuluhdelapan,
interpretasi,
sketsa suara
10.3.12
siang.
mendung adalah warna langit, saat hujan mengambil ancang-ancang berkejaran dengan air mata.
awan yang menyaru adalah pelacak kesenduan, ia bersinkronasi dengan mata-mata pembayang jiwa.
kota adalah pipi kelabu,
yang menahan hujan sampai ke jantung bumi.
pun pipi adalah kota merah jambu,
yang menahan air mata bercampur dengan birunya hati.
siang adalah di mana semua tumpah,
dan matahari menjadi saksi, sekalipun binarnya terhalang seteru para air.
awan yang menyaru adalah pelacak kesenduan, ia bersinkronasi dengan mata-mata pembayang jiwa.
kota adalah pipi kelabu,
yang menahan hujan sampai ke jantung bumi.
pun pipi adalah kota merah jambu,
yang menahan air mata bercampur dengan birunya hati.
siang adalah di mana semua tumpah,
dan matahari menjadi saksi, sekalipun binarnya terhalang seteru para air.
penjaga malam.
penjaga malam adalah sekumpulan jiwa-jiwa yang berisik,
yang terbangun keluar dari lelapnya tubuh-tubuh,
lalu ternganga melihat pantulan bayangan pada kaca di depan jam dinding.
serentak mereka berteriak, menembus pintu dan jendela, mencari kelamnya hitam.
tubuh-tubuh yang tertinggalkan tak peduli,
alam mimpi yang bergolak menahan mereka dengan halusinasi berhentinya jarum jam.
hingga saat bangun nanti mereka harus meraba-raba setiap permukaan,
mencari-cari,
lalu membujuk jiwa-jiwa yang hilang,
dengan memecahkan setiap jam dinding pada semua rumah.
yang terbangun keluar dari lelapnya tubuh-tubuh,
lalu ternganga melihat pantulan bayangan pada kaca di depan jam dinding.
serentak mereka berteriak, menembus pintu dan jendela, mencari kelamnya hitam.
tubuh-tubuh yang tertinggalkan tak peduli,
alam mimpi yang bergolak menahan mereka dengan halusinasi berhentinya jarum jam.
hingga saat bangun nanti mereka harus meraba-raba setiap permukaan,
mencari-cari,
lalu membujuk jiwa-jiwa yang hilang,
dengan memecahkan setiap jam dinding pada semua rumah.
penunggu pagi.
pagar adalah tempatnya berjingkat,
sebelum ia menghilang bersama datangnya gradasi pertama matahari.
ia akan menyelinap kembali, seiring pulangnya matahari ke peraduannya.
tidakkah penunggu pagi itu adalah penjaga malam?
sebelum ia menghilang bersama datangnya gradasi pertama matahari.
ia akan menyelinap kembali, seiring pulangnya matahari ke peraduannya.
tidakkah penunggu pagi itu adalah penjaga malam?
9.3.12
pencatat senja.
pencatat senja melukis bulan yang muncul bersama merah,
ia merekam setiap titik yang diduganya adalah bolong, lengkap dengan warnanya.
lalu dari bulan ada pesan yang datang sayup-sayup,
katanya, setiap bolong yang kau rekam itu akan minta dipenuhi.
(hingga) kapan pun, mereka akan menunggunya. mereka akan menagihnya. rekamanmu.
catatanmu adalah hutangmu.
pencatat senja mendengarnya baik-baik. mencoba setengah mati merekamnya. mengingatnya.
lalu tiba-tiba ia ada di dalam dimensi keempat, di mana pesan sayup tadi tak pernah ada.
pencatat senja terdiam. tak ada senja yang bisa direkam. mungkin aku sedang menunggu pagi?
ia lalu telanjangi bumi, mencari-cari pagi di belakangnya.
dari sini, dari atas bulan.
2.3.12
duabelas jam.
duabelas jam jarak yang menjaga kita,
membagi rata matahari, hujan, dan juga suara jangkrik musim panas,
agar setengah bumi tak hangus,
agar setengahnya lagi tak hanyut.
duabelas jam jarak yang menarik kita ke dalam sebuah hening,
di tengah hiruk pikuk jam makan siang, atau pekatnya kelam malam,
di tengah sujud menjelang fajar, atau pahitnya secangkir kopi sore,
atau tepat pada 12.00 waktu setiap jam digital am/pm.
tak ada layar untuk mengantarkan mata-mata rindu,
tak juga kabel telepon pengirim pesan suara tak sabar ingin berjumpa.
hanya surat dalam botol-botol hati,
dan parit tak bercabang yang mengalir di antaranya : jalur khusus bertukar cerita hari ini.
aku hanya berdoa sepenuh hati agar pada titik manapun di sepanjang parit ini tak ada pusaran waktu yang bisa sesatkan rindu-rindu padamu hari ini, melemparnya ke masa depan, atau ke masa lalu. karena kuyakin kita hanya terpisah setengah lingkar bumi, bukan selompatan masa,
bukankah begitu?
membagi rata matahari, hujan, dan juga suara jangkrik musim panas,
agar setengah bumi tak hangus,
agar setengahnya lagi tak hanyut.
duabelas jam jarak yang menarik kita ke dalam sebuah hening,
di tengah hiruk pikuk jam makan siang, atau pekatnya kelam malam,
di tengah sujud menjelang fajar, atau pahitnya secangkir kopi sore,
atau tepat pada 12.00 waktu setiap jam digital am/pm.
tak ada layar untuk mengantarkan mata-mata rindu,
tak juga kabel telepon pengirim pesan suara tak sabar ingin berjumpa.
hanya surat dalam botol-botol hati,
dan parit tak bercabang yang mengalir di antaranya : jalur khusus bertukar cerita hari ini.
aku hanya berdoa sepenuh hati agar pada titik manapun di sepanjang parit ini tak ada pusaran waktu yang bisa sesatkan rindu-rindu padamu hari ini, melemparnya ke masa depan, atau ke masa lalu. karena kuyakin kita hanya terpisah setengah lingkar bumi, bukan selompatan masa,
bukankah begitu?
26.2.12
addictive blue.
Released February 22th, 2012 at 00.00 South Korea's Time, the viewer count on Youtube is now 7,562,959 with audience coverage on almost all over the globe, and still counting, for sure, plus a Silver Medal for Recently Most Popular Video and a Gold Medal for Trending Video. While in my playlist, the play count for the song has reached 530 for its repetitive plays starting from the release time until now, along with two other songs' teasers. It's just addictive, like a never ending cups of black coffee. I can't stop listening to it, and will never get enough of it, not until I'm too full and having an overflow of it in my mind.
It's just addictive, like a limitless of blue, both beyond and under.
It's just addictive, like a limitless of blue, both beyond and under.
Subscribe to:
Posts (Atom)