Showing posts with label sketsa cahaya. Show all posts
Showing posts with label sketsa cahaya. Show all posts

29.4.14

7 | perjalanan.

(Candi Ratu Boko, Juni 2010)

.
perjalanan memintamu (selalu) untuk jatuh hati.
keindahan menjadi sesuatu yang tak berlabelkan harga :

waktu yang membumi,
dan ruang yang mengudara.

.
perjalanan mengingatkanmu (juga) untuk tak lupa berpatah hati.
denyut jantung perlahan mengiris rekaman berwarna hijau yang baru sampai ke hati :

rasa yang berlabuh (sesaat) di ujung sinar mata,
dan aroma jarak sepelemparan senyuman.

.
lalu akhirnya, 
pada pulang tak ada seperjalanan untuk selamanya

16.4.14

16 | pada biru.

Gambar adalah dokumentasi pribadi yang diambil dari pesawat dalam penerbangan Dili-Jakarta, 
di atas kecantikan sisi Timur Indonesia bagian Selatan, 15 April 2014

.
karena segala sesuatunya tak pernah menapak,
padahal demikian mereka pada awalnya

karena segala sesuatunya adalah tak pasti,
padahal demikian mereka telah ditetapkan.

menenangkan hati mungkin bukan dengan memintanya begitu,
tapi dengan terus memintanya mengawang, tak kenal ketinggian,
hingga ia terbiasa dengan debar-debar aneh

dan lalu rasa tenang saat menjejak satu ketinggian yang dinamakan rumah.

5.4.14

21 | sekali, ...


...secangkir kopi dan percakapan yang tak ada henti,
pada suatu masa adalah sebuah kemewahan.

22 | usia.


orang bilang, "usia tak pernah bohong",
lalu pernah kamu bertanya pada matahari,
apakah ia mengenal usia.

perhatikan,
jika kau tanya ia di kala senja begini,
pasti jawabnya,
"tidak, aku tak mengenalnya. siapa itu?"

lalu, lihatlah tanah.
jika tak ada satu pun lembar daun yang menyentuhnya,
kamu tahu,
dia hanya pura-pura.

karena baginya, senja berarti kesiangan untuk mengenalkannya padamu.

1.3.14

#10.


ketika matahari masih setia dengan bumi yang tak tertebak,
haruskah berhenti setia dengan cita-cita yang jelas menanti di ujung jalan?

30.3.13

- push -


malam-malam berlampu di kota besar itu bagaikan gambar yang dicetak 
dari film negatif ISO400 yang di-push 2 stop 

.   .
.   .


pagi-pagi berbunga di reruntuhan masa lalu itu bagaikan gambar yang dicetak 
dari film negatif hitam putih ISO100 yang di-push 1 stop

: :

5.1.13

\


pada senjamu, 
merah yang kurindukan sembunyi.

1.4.12

mendung hari minggu.

ia mendulang resah dengan meratakan jejak dengan tanah,
memasukkan pasir yang terangkat ke dalam botol-botol kaca,
untuk dijajarkan pada ruang tengah tempat menonton emas bergantungan di halaman belakang.

(emas itu bergantung pada dulang,
yang dibawanya dari masa lalu,
yang diambilnya dari berlembar-lembar coretan kala duapuluhan,
yang warnanya menyepak keraguan, membuat sebuah awal,
dan di atas segalanya, mendatangkan bahagia yang berwarna kuning)


lalu mendung menggantung sisa resah yang larut,
menjadi hujan hari minggu yang berwarna kuning, bersemburat emas.




. . .
catatan :
1. mendulang -- melimbang -- mencuci.
2. dulang -- pohon trengguli (Cassia fistula)

18.9.11

paku. terinjak ia oleh kaki, untung tidak menusuk hati ia.
infeksi pada kaki terketahui, lalu terobati. luka pada hati tersembunyi, lalu membusuk lama-lama ia.

kecuali kamu percaya waktu adalah obatnya.
aku? tentu tidak percaya.

19.2.11

gunung.


ksatria,
sekali waktu, coba pejamkan matamu, dan bayangkan matahari.
bayangkan cahayanya melukis dengan benakmu sebagai kanvasnya.
bayangkan pula padu padan warna-warna hangat pagi hari seperti merah, jingga, hijau dan biru.

lalu, coba bernafas pelan-pelan.
bayangkan udara yang dingin dan tembus pandang itu memenuhi rongga paru-parumu.
bayangkan pula kaki-kakimu melangkah ringan setapak demi setapak.

keluar.

dari lingkaran dinding-dingin kelabu yang keras dan panas.
atau benteng-benteng kaca yang tajam dan beku.

mari, bawa aku menunggu fajar di satu bukit.
puri bagiku, cukuplah barisan jati dan bangku kayu yang menghadap ke timur.
sekali waktu, biarkan benakmu menjelma lukisan cahaya dengan kanvas langit.

lalu gradasi yang berlalu seiring angin dini hari, biarkan ia menjadi cerita baru, setiap hari.
tentang aku.
tentang kamu.
atau tentang kita.

atau tentang semesta yang menuturkan kisahnya. 
dan kita adalah beberapa penggal di dalamnya.