Showing posts with label imajiner. Show all posts
Showing posts with label imajiner. Show all posts

14.12.12

;_;_;_;

rindu habis berbagi dengan jarak,
hingga ke remah-remah yang tercacah para waktu.

rindu melambat menuju angka nol,
sebuah penghabisan yang tak pernah tersampai.

rindu mengingat-ingat barang tertinggal,
yang bukan miliknya, yang harus dikembalikan pada yang juga bukan pemiliknya :


sebuah hati yang bergetar
oleh masa depan yang belum menurunkan layar


1.10.12

whatsapp.

to send you a hello. sometimes with a good morning.
to give you (temporary) goodbyes. sometimes with a good night and have a nice dream.
to draw you virtual hugs. sometimes, if i dare myself to cross the line, with some digital kisses.
to pray you through blank pings. for a lighter heart, for a better day. sometimes with a :)


(me, with an old mobile phone and a broken wire previously connected, hopefully, to you, 2012)

27.9.12

[music] Nell - The Day Before.


i love this song so much.

the sadness it carries, the semi-de-saturated video, the hurtful beats,
and the music that told a story about "what if".

what if the day before i chose to stay by your side.

.
damn it!
you just know there are always another different version of any story ever told in this world,
or you don't?

you know that's not only those differences with so much like coming from the opposite poles
deserved a happy ending love story.

if so, what about us?
we're no where coming from any of those poles
(well, they do have something in similar : both were coming from poles!)

now, now, what about us?
what about both of us those came only from nowhere,
and met also in the middle of any random story?

can't we also have another version of our story?
.

and so there'll be a day where i could tell my son and daughter :
kids, you should know that your stories started at the day i chose to stay by your father side

instead of telling this :
kids, everything started at the day i chose to keep my first love save and sound in the past.
so now let me say this, "when you once had your heart say 'don't go!', then trust me, 
trust your heart. it takes everything to say those words.
don't you ever go."

i wish so.

what if the day before i chose to stay by your side.
the story might still stay the same. as much as it might go on different way.

i miss the almost us.
as much as i miss the never gonna be us.

1.9.12

{[( o )]}

pelukan udara itu sejati,
tidak menyesak, tidak melega;
menyatu seperti semesta dan isinya
sebelum manusia di antaranya.

ketulusan itu hanya Tuhan untuk menilai,
"bagaimana menurutmu?" tak masuk dalam reka;
semua demikian adanya
sebelum anggapan mencacahnya.

13.8.12

gelanggang.

kupatahkan (lagi) janjiku (padamu).

mungkin kamu sedang gelisah di bawah kembang api,
di depan gelanggang yang sedang berpesta.

sambil sekali-sekali melihat jam tangan,
dan melihat ke arah tenggara.

aku tak kan datang sayang,
sudah kubilang begitu.

lewat telepati,
yang kukirim pada mimpimu,
sebagaimana ajakan bertemu yang juga kau kirim padaku dulu.

mimpi bukan kotak pos.

.

lain waktu,
mungkin saat hujan,

adalah waktuku untuk menunggumu yang tak kunjung datang.

tepat di depan gelanggang yang sama,
namun nanti tanpa kembang api.

11.8.12

--

hati tumbuh dengan patah,
rasa menjadi dengan terbolak-balik,
cinta selamanya berada di depan tanya.

(suatu cinta, yang menyelinap keluar dari satu belahan hati)

17.7.12

tujuh menit.

kuminta waktumu tujuh menit, tuan.
tentukan saja tempat dan waktunya,
(tapi kalau boleh aku memilih,
tolonglah pilihkan sebuah persimpangan empat arah,
dan pilihkan pula waktu di mana matahari bersahabat dengan bayang-banyang).

tujuh menit saja, tuan.
kuminta waktumu.
dan hatimu.

sepenuhnya.


dan biarlah menit kedelapan menjadi rahasia sebuah catatan tentang pertautan.
atau tentang sebuah selisih jalan.

24.6.12

for the pastel colors i chose over the usual preference of black and white 
that always on your confident prediction,
i, too, wish that this time i'd be walking the path ahead under the shade of mahagoni, 


not you. ever again.

21.6.12

1001

seribu surat cinta kutulis dengan kepalaku,
seribu rantai pengikatnya, terjalin berpangkal hatiku.

ada namamu pada salah satunya.
ada hatimu pada sembilan ratus sembilanpuluh sembilan sisanya.

seribu kali kuminta pak pos untuk mengantarkan setiap lembarnya, tepat waktu.
seribu kali kugadaikan hatiku pada waktu, demi lembar balasan darimu.

ada namaku pada sembilan ratus sembilanpuluh sembilan lembar pertama.
ada hatiku yang kau minta pada lembar terakhir.


kutulis surat cinta ke seribu satu,
kuselipkan pada hatiku, untukmu yang berdiam di sana.

20.6.12

: gemini.

ksatria,
apakah kamu seorang gemini?
karena sekali waktu kamu seperti langit, kali lain kamu seperti samudra.


hanya satu yang kuingat : kamu benci warna biru,
katamu biru itu lambang keragu-raguan.
dan memang,
kali pertama aku melihatmu sebelas tahun yang lalu
kamu adalah segalanya, kecuali warna biru.
tapi terlalu jelas bagiku pula,
bahwa ragu-ragu adalah kamu.
ragu, yang berarti beradu di antara dua.


seperti gemini.


apakah aku salah?

15.6.12

.kadang

kadang ada perasaan yang tidak bisa tumpah,
sebagaimana pun penuhnya sang wadah bernama hati.

kadang ada maksud yang selamanya hanya terpendam,
sebagaimana pun kerasnya ia menyeruak ke muka.

kadang ada pandangan yang dipaksa tak mengarah,
sebagaimana pun tulusnya pesan yang ingin terpancar.

kadang ada kamu yang seperti bintang, tak terjangkau panggil maupun pancing
sebagaimana pun terangmu berkeliaran nyalakan seluruh penjuru langit.


#maksudhatimaukirimgombalanlewattelepati 
#apadayalidahtakfasihmerayu 
#silakancobalagilainwaktu
#sekiandanterimakasih


#danselamattiduruntukkamusiseharusnyapenerimapesan #lainwakturadarnyadipasanglagiya

13.6.12

. . . . . . . . . . .

jiwa terjaga pada raga yang berkelana,
mata hati terbuka pada pandangan yang teduh,
telinga pasang pada pendengaran yang merdu.

cita hadir dengan sadar,
cinta tumbuh dalam keberserahan.

kuikatkan kata-kataku pada janji,
kurekatkan janji pada lembar-lembar surat
yang saling layang antara bumi dan langit
tepat pada saat-saat matahari bersolek demi sebuah pagi.

27.5.12

"wahai laki-laki penjinak kata,
bolehkah aku jatuh hati pada tuturmu?"


- perempuan pembuat sketsa suara -

21.5.12

"akan kuajarkan anakku ketegasan logika dengan kehalusan sastra... lalu akan kuperkenalkan ia pada kelembutan intuisi dengan ketajaman matematika... dan akhirnya akan kuminta ia mencari tuhannya, melalui hitam putih kebenaran, berbekal abu-abunya kitab suci"


- seorang ayah berangka duabelas - 

2.4.12

imajiner #3.

perkenalkan,


ini adalah,
pembunuh berkepala batu yang tak ingin segalanya berlangsung cepat dan terjadi sekali,
bersenjata hanya satu, dan bernama batas.






sekian

imajiner #2.



titik.


jika merah adalah amarah,
hitam dan putih adalah jeruji pengurung dan lembar baru yang terkungkung,


karena sedari mula hanyalah hijau bumi, biru air, dan putih udara.
dan merah tidak lahir dari antaranya,




lalu koma.

imajiner #1.

meridian adalah harpa yang berputar,
dengan jemari matahari menari padanya, 


senandung lagu lalu berloncatan pada waktu,
hingga memercik hujan tengah malam, 
bintang-bintang menangis karena lagu tak mampir pada semesta mereka.