mungkin perempuan dalam kepalaku sedang jatuh rindu.
pada kelebat jejak langkah laki-laki,
yang mulai beranjak dari sudutnya.
laki-laki yang menari bersama debu :
pencinta sejati hari ini.
mungkin perempuan dalam hatiku pun ikut berdebar,
dan tangan-tangan penuh ragu,
tanpa kuasa menahan kaki-kaki yang pasti menurut pada angin.
kaki-kaki yang dulu terjulur di samping,
sambil bersama menyimak sepi.
tidakkah cerita yang bertukar lewat jalinan hening
adalah rumah bagi pejalan seperti aku dan dia?
biarlah perempun dan laki-laki dalam kami
yang mengeja akhir cerita nanti.
Showing posts with label #api. Show all posts
Showing posts with label #api. Show all posts
27.11.15
11.12.12
c]
c demikian itu,
karena padanya dapat bergantung,
karena padanya dapat bersandar,
karena ia sempurna tanpa harus tergenapi.
demikian itu, c...
yang jika sendiri ia rapuh,
rentan patah, atau lebur,
ia ganjil dalam sempurnanya.
c#]
kutulis, kau diam
pada berlembar-lembar "begini, sayang..."
kutamat, kau beranjak
meninggalkan sepenggal "selesai"
kutiba, kau terduduk
melayangkan pandang "kamu?"
kududuk, kau berdiri
sambil sayup-sayup "tanyakan saja pada Api"
pada berlembar-lembar "begini, sayang..."
kutamat, kau beranjak
meninggalkan sepenggal "selesai"
kutiba, kau terduduk
melayangkan pandang "kamu?"
kududuk, kau berdiri
sambil sayup-sayup "tanyakan saja pada Api"
4.12.12
b#]
cerita tentang keragu-raguan selalu membuat jatuh hati.
tidak ada orang yang suka benar-benar pada kesendirian
karena ia selubung dari sebuah pencarian.
tak ada keputusan tertegas
tanpa setitik ragu yang melesat merambat.
karena keraguan itulah yang tercetak besar hitam dan tebal.
cerita tentang keragu-raguan, sekali waktu, membuat patah hati.
tidak ada orang yang mau merasakan kesendirian sebagai sebuah kebersamaan,
dengan Nya, dengan dirinya sendiri yang mungkin sudah tak terjamah keberjejakannya.
tak ada ragu yang tak bergores
tanpa waktu mau sedikit menahan diri.
lalu keragu-raguan,
adalah seperti debu-debu yang terbang acak melawan waktu.
tidak ada orang yang suka benar-benar pada kesendirian
karena ia selubung dari sebuah pencarian.
tak ada keputusan tertegas
tanpa setitik ragu yang melesat merambat.
karena keraguan itulah yang tercetak besar hitam dan tebal.
cerita tentang keragu-raguan, sekali waktu, membuat patah hati.
tidak ada orang yang mau merasakan kesendirian sebagai sebuah kebersamaan,
dengan Nya, dengan dirinya sendiri yang mungkin sudah tak terjamah keberjejakannya.
tak ada ragu yang tak bergores
tanpa waktu mau sedikit menahan diri.
lalu keragu-raguan,
adalah seperti debu-debu yang terbang acak melawan waktu.
3.12.12
b]
seperti kata langit pada bintang,
mengapa diam saja saat cahaya menghitung tahun?
tidakkah kalian adalah yang dibawanya padaku?
mengapa diam saja saat cahaya menghitung tahun?
tidakkah kalian adalah yang dibawanya padaku?
2.12.12
4.9.12
api #5
aku terbakar.
asap yang mengepul adalah ampas cemburu, dan seburuk-buruknya dengki.
aku terbakar.
tanpa pertanda apa saja yang tersebut sebagai alasan.
aku terbakar.
mungkin sebanyak hirupan nafas.
aku terbakar.
lalu sebelum hangus, ada ingatan berkelebat.
:
aku dan kamu, dulu, pernah bersepakat mengelabui tuhan.
sebelum kita diluncurkan ke dalam perut-perut bunda,
kita tukar hati-hati kita dengan penuh hati-hati
lalu kita berjanji,
tak kan mati oleh diri sendiri,
sebelum nanti saling bertemu dan kembali bertukar hati yang sebenar-benarnya
milik masing-masing kita. dan lalu hidup tua bersama.
.
kupegang janjiku, dengan segenap percaya kau pun begitu.
asap yang mengepul adalah ampas cemburu, dan seburuk-buruknya dengki.
aku terbakar.
tanpa pertanda apa saja yang tersebut sebagai alasan.
aku terbakar.
mungkin sebanyak hirupan nafas.
aku terbakar.
lalu sebelum hangus, ada ingatan berkelebat.
:
aku dan kamu, dulu, pernah bersepakat mengelabui tuhan.
sebelum kita diluncurkan ke dalam perut-perut bunda,
kita tukar hati-hati kita dengan penuh hati-hati
lalu kita berjanji,
tak kan mati oleh diri sendiri,
sebelum nanti saling bertemu dan kembali bertukar hati yang sebenar-benarnya
milik masing-masing kita. dan lalu hidup tua bersama.
.
kupegang janjiku, dengan segenap percaya kau pun begitu.
ruang :
#api,
#project29,
catatanpendek,
konstelasi,
sketsa suara
1.9.12
api #4
ketika lagu yang sama,
bagimu "terbit kau hari", dan bagiku "senja akhirnya tiba"
lalu kita saling lihat dengan mengerutkan dahi
ingat-ingatlah dia yang bernyanyi
masih bertugas membawa sang lagu satu lingkar lagi.
bagimu "terbit kau hari", dan bagiku "senja akhirnya tiba"
lalu kita saling lihat dengan mengerutkan dahi
ingat-ingatlah dia yang bernyanyi
masih bertugas membawa sang lagu satu lingkar lagi.
api #3
ketika punggungmu ada untuk kupeluk,
lalu dadamu untuk kutangisi,
adakah mata dan hatimu tetap untuknya yang ikut menepuk pundakku dari belakang?
lalu dadamu untuk kutangisi,
adakah mata dan hatimu tetap untuknya yang ikut menepuk pundakku dari belakang?
30.8.12
api #2
jika ksatria adalah seorang asing dari masa depan,
maka jarak sepandangan mata ini tentunya terlalu dekat terhadapnya yang semata sang penyemu.
maka jarak sepandangan mata ini tentunya terlalu dekat terhadapnya yang semata sang penyemu.
29.8.12
api #1
jarang-jarang kau bercerita padaku,
seperti dulu :
tengah malam, secangkir kopi, dan dua jendela
pembicaraan tersendat tak mengapa,
tak membuat aku maupun kau berlomba dengan "selamat malam"
senyum yang dipaksakan biar hati di sini saja yang tahu,
sepanjang hati di sana merasa tenang karena ada temannya.
jarang-jarang kau bercerita padaku,
tapi malam ini memang berbeda :
tengah malam, segelas air putih, satu jendela
lalu bisik-bisik dalam diam dengan senyum dikulum antara hati dan hati,
dan selamat malam yang sudah tersimpan rapi-rapi di dalam laci.
seperti dulu :
tengah malam, secangkir kopi, dan dua jendela
pembicaraan tersendat tak mengapa,
tak membuat aku maupun kau berlomba dengan "selamat malam"
senyum yang dipaksakan biar hati di sini saja yang tahu,
sepanjang hati di sana merasa tenang karena ada temannya.
jarang-jarang kau bercerita padaku,
tapi malam ini memang berbeda :
tengah malam, segelas air putih, satu jendela
lalu bisik-bisik dalam diam dengan senyum dikulum antara hati dan hati,
dan selamat malam yang sudah tersimpan rapi-rapi di dalam laci.
Subscribe to:
Posts (Atom)